Ribuan Dus Sembako dan Ton Beras Dikumpulkan dari Siswa – Siswi SD, SMP dan TK di Kota Palembang untuk Korban Bencana 

- Redaksi

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sembako yang terkumpul didistribusikan di Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk disalurkan ke warga Aceh,Sumatera Barat,dan Sumatera Utara yang tertimpah bencana. Foto : Hasan

Sembako yang terkumpul didistribusikan di Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk disalurkan ke warga Aceh,Sumatera Barat,dan Sumatera Utara yang tertimpah bencana. Foto : Hasan

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG —Ribuan dus sembako dan berton-ton beras dalam kemasan 5 kilogram dan 10 kilogram mulai dihimpun dari sekolah-sekolah di Kota Palembang. Bantuan dalam jumlah besar ini merupakan bentuk solidaritas bagi warga Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara yang terdampak bencana. Gelombang kepedulian tersebut mengalir setelah Dinas Pendidikan Kota Palembang mengeluarkan edaran resmi tentang penggalangan donasi ke seluruh satuan pendidikan.

Edaran itu menggerakkan 249 Sekolah Dasar (SD), 62 Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta puluhan Taman Kanak-Kanak (TK) di bawah naungan Disdik Palembang untuk berpartisipasi dalam pengumpulan bantuan kemanusiaan. Donasi bersifat sukarela dan dapat berupa uang, kebutuhan pokok, maupun barang bantuan yang dibutuhkan di lokasi bencana.

Kepala Disdik Kota Palembang, Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM., menegaskan tidak ada batasan nominal dalam penggalangan donasi ini. Semua bantuan akan dipusatkan melalui Dinas Pendidikan sebelum disalurkan secara resmi ke Dinas Sosial Kota Palembang.

“Ini bentuk kepedulian kita sebagai sesama saudara sebangsa. Semua bantuan diberikan berdasarkan keikhlasan. Sekecil apa pun kontribusinya, kami berharap dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Sumbar, dan Sumut,” ujar Affan.x

Affan menjelaskan bahwa bantuan yang terkumpul didominasi ribuan dus sembako dan ton beras yang berasal dari siswa, orang tua, guru, dan pegawai sekolah. Beras dikumpulkan dalam berbagai kemasan, mulai dari 5 kilogram hingga 10 kilogram, sesuai kemampuan para donatur.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter di sekolah. “Empati tidak cukup hanya disampaikan lewat teori. Anak-anak harus turut merasakan bahwa membantu sesama adalah tanggung jawab moral,” katanya. Ia memastikan seluruh bantuan disalurkan secara transparan dan tepat sasaran.

Menurutnya, bencana yang terjadi di daerah lain adalah panggilan solidaritas bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Kepedulian tidak mengenal batas wilayah. Semoga kepedulian dari Palembang ini dapat menjadi kekuatan bagi saudara-saudara kita untuk bangkit kembali,” ujarnya.

Salah satu sekolah yang aktif terlibat adalah SD Negeri 81 Palembang. Sekitar 1.240 siswanya ikut serta mengumpulkan berbagai bentuk bantuan bersama para guru dan orang tua.

Wali Kelas III D SDN 81 Palembang, Maya Novitasari, S.Pd., M.Pd., mengatakan, aksi ini menjadi sarana pendidikan karakter yang nyata. “Empati bukan hanya diajarkan, tetapi dipraktikkan. Ketika anak-anak ikut menyisihkan sedikit rezeki atau menuliskan doa, mereka belajar nilai sosial yang tak bisa didapatkan dari buku,” ujarnya.

Maya menambahkan bahwa kegiatan ini menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kepekaan sosial.

Gerakan donasi besar-besaran dari 249 SD, 62 SMP, dan TK di Palembang ini menjadi bukti kuat bahwa solidaritas tetap hidup di tengah masyarakat. Meski beragam bentuk dan jumlahnya, seluruh bantuan tersebut menjadi harapan bagi para korban bencana di Sumatera.

Dengan bergeraknya seluruh lapisan pendidikan, Palembang menegaskan bahwa nilai kemanusiaan dan solidaritas terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.

Berita Terkait

Gelar Aksi di Ampera, EcoVoice Desak Evaluasi Tata Kelola SDA dan Penindakan Perusahaan Terindikasi Karhutla
Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang
Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp
Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus
Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang
Berkas Dilimpahkan ke PN Tipikor Palembang, Iwan Tuaji dan Alhefy Kurniawan Sidang Perdana 13 Oktober
Ditagih Utang Rp400 Ribu, IRT Mengaku Dicengkeram dan Dipukul Gagang Sapu
Cemburu Mantan Pacar, AG Bacok JC dan Bawa Kabur Avanza
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:07 WIB

Gelar Aksi di Ampera, EcoVoice Desak Evaluasi Tata Kelola SDA dan Penindakan Perusahaan Terindikasi Karhutla

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Polisi Gerebek Dua Lokasi Diduga Markas Kampung Narkoba di SU I Palembang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali 154 Alumni & Mahasiswa Unsri Lewat Marketing Bootcamp

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Stop Bullying! LBH Bima Sakti Ingatkan Mahasiswa Bela Negara Dimulai dari Kampus

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:01 WIB

Pertamina Peduli, 10.000 Masker Dibagikan kepada Masyarakat Terdampak Kabut Asap di Palembang

Berita Terbaru