PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan tetap bergulir selama bulan suci Ramadan. Namun, pola distribusinya mengalami penyesuaian. Jika pada hari biasa bantuan disalurkan setiap hari dalam bentuk makanan siap saji, kini penyaluran dilakukan dengan skema baru: paket sehat yang didistribusikan secara rapel setiap tiga hari sekali.
Kebijakan tersebut diterapkan sebagai bentuk adaptasi terhadap ritme pembelajaran dan aktivitas siswa selama menjalankan ibadah puasa. Pemerintah memastikan, perubahan mekanisme tidak mengurangi komitmen dalam menjaga asupan gizi peserta didik.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Palembang, Nurya Hartika Sari, menjelaskan bahwa penyesuaian itu mengacu pada Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme distribusi MBG selama Ramadan. Dalam regulasi tersebut, terdapat tiga alternatif pola penyaluran yang dapat dipilih sesuai kondisi di lapangan.
“Dalam surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026, ada tiga opsi mekanisme pendistribusian MBG selama Ramadan. Salah satunya melalui paket sehat bundling yang dibagikan setiap tiga hari sekali,” ujarnya.
Menurut dia, fleksibilitas diberikan agar pelaksanaan program tetap efektif dan tepat sasaran. Teknis distribusi tidak dipukul rata, melainkan disesuaikan melalui koordinasi antara pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di masing-masing wilayah.
“Kebijakan ini sangat bergantung pada hasil koordinasi sekolah dengan SPPG. Jadi tidak selalu harus tiga hari sekali. Ada sekolah yang tetap mendistribusikan setiap hari dalam bentuk paket kering.
Paket sehat yang dibagikan umumnya berisi menu kering yang praktis dan tahan simpan, seperti kurma, roti abon, pisang, serta susu. Menu tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan energi siswa, baik saat berbuka puasa maupun sahur,” katanya.
Kepala SDN 1 Palembang, Rahma Danniarti, menuturkan bahwa di sekolahnya distribusi MBG sudah dilakukan sejak hari pertama masuk sekolah di bulan Ramadan. Para siswa menerima paket sehat yang dapat langsung dibawa pulang.
“Sejak hari pertama masuk, MBG sudah kami terima dari SPPG dan langsung dibagikan kepada siswa. Isinya kurma, roti abon, pisang, dan susu. Untuk sementara didistribusikan setiap hari,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut disambut antusias oleh siswa dan orang tua. Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, paket sehat juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan tumbuh kembang anak di tengah ibadah puasa.
“Dengan sejumlah skema yang disiapkan, program MBG tetap berjalan optimal sepanjang Ramadan. Penyesuaian pola distribusi menjadi langkah strategis agar program tidak hanya berlanjut secara administratif, tetapi juga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelajar di Sumatera Selatan,” tutupnya.
Penulis : Hasan Basri
Editor : Jaks

















