Proses Vaksinasi Terhambat, NIK Jadi Salah Satu Kendala

- Redaksi

Rabu, 1 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdukcapil Sumsel, Puadi. (Photo: Reza Mardiansyah)

Kepala Disdukcapil Sumsel, Puadi. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Program vaksinasi yang digencarkan pemerintah masih banyak mengalami kendala. Padahal vaksinasi ditargetkan cepat tercapai minimal 70 persen, sehingga terciptanya herd imunity.

Selain permasalahan kurangnya distribusi dari pemerintah pusat, kendala lain ada pada kepemilikan data nomor induk kependudukan (NIK). Apalagi, NIK menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan vaksinasi, seperti yang terjadi pada Lapas Palembang.

Tak hanya itu, kendala juga terjadi pada NIK yang telah terpakai. Pada masyarakat luas, hal ini juga sering terjadi. Bahkan, pemilik NIK tak bisa menggunakanya karena di dalam data telah terpakai.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sumsel Puadi mengatakan, kesalahan mungkin bukan karena tertimpanya data atau telah dipakai orang lain.

“Bisa jadi karena ada perpindahan seperti alamat rumah, status dan lainnya. Tapi perubahan itu hanya ada pada server Kabupaten/kota. Harusnya data itu juga diimpor ke pusat konsolidasi,” kata Puadi, Rabu (1/9/2021).

Lanjutnya, kesalahan mungkin juga terjadi pada petugas yang salah melakukan entry data. Karena satu angka saja salah entry, maka muncul data orang lain. “Kalau ada kejadian harus konsolidasi ke server pusat, tunggu respon satu sampai empat hari. Tidak bisa memvonis NIK-nya di pakai orang lain,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta Dinas Kesehatan agar cepat melapor ke Disdukcapil ketika terjadi adanya kesalahan data atau yang telah terpakai. “Jika terjadi permasalahan pada vaksinasi, Dinkes cepat membantu untuk melaporkannya ke Capil,” ungkapnya.

Sementara itu, Feri Yanuar, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel mengatakan, jika kendala ini pernah terjadi meski tidak banyak. Untuk itu ia meminta bantuan Disdukcapil untuk percepatan dalam mengatasinya.

“Makanya, kita butuh Disdukcapil untuk percepatan dan solusinya agat tercapai target herd immunity,” tambahnya. (ANA)

Berita Terkait

Bupati Toha Sambut Sinergi RRI untuk Perluas Informasi Muba.
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Buka Akses Pasar UMKM Binaan di BGCC 2026 Palembang
Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga
Rutan Kelas IIB Baturaja Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine Bersama APH
Polisi Bekuk Pemuda 21 Tahun, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan Anak di OKU
Usai Divonis 4 Tahun, Kuasa Hukum Dua Terdakwa Soroti Peran Pihak Lain dalam Kasus Irigasi Air Lemutu
PLN ULP Sekayu Akan Tertibkan Kabel Internet di Tiang PLN, Beri Waktu Tiga Bulan 

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 19:15 WIB

Bupati Toha Sambut Sinergi RRI untuk Perluas Informasi Muba.

Senin, 21 September 2026 - 18:06 WIB

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Senin, 21 September 2026 - 17:27 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Buka Akses Pasar UMKM Binaan di BGCC 2026 Palembang

Senin, 21 September 2026 - 17:19 WIB

Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga

Senin, 21 September 2026 - 15:23 WIB

Polisi Bekuk Pemuda 21 Tahun, Diduga Terlibat Kasus Persetubuhan Anak di OKU

Berita Terbaru

Foto korban saat di TKP

Kriminal

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Senin, 21 Sep 2026 - 18:06 WIB

Kota Palembang

Nekat Akhiri Hidupnya, Fikri Sempat Kirim Pesan Kepada Keluarga

Senin, 21 Sep 2026 - 17:19 WIB