Program  Sejuta Stek Kopi Pagar Alam Jadi Percontohan Daerah Lain

- Redaksi

Jumat, 24 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson. (Photo: Delta Handoko)

Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Program sambung pucuk (stek) tanaman Kopi Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam yang mendapat penganugerahan Museum Rekor Indonesia (MURI) beberapa waktu lalu, kini mulai di contoh daerah lain, termasuk beberapa Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Pagar Alam, Gunsono Mekson. Dia bilang, Kabupaten/Kota seperti Empat Lawang dan Lahat, sudah pernah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk belajar tentang program unggulan Pemkot Pagar Alam tersebut.

“Sementara untuk daerah luar Sumsel sudah ada Merangin, dan Sumatera Utara, yang semacam melakukan study banding terkait pelaksanaan program sambung pucuk,” ungkap Gunsono, Jum’at (24/12/2021).

Dikatakan Gunsono, yang mereka ingin ketahui dari program tersebut seperti administrasi serta teknis di lapangan, mulai dari pelaksanaan hingga proses pembayaran kepada kelompok tani.

“Kita bersyukur, ternyata program ini juga mendapat perhatian dari daerah lain,” ujarnya.

Program sejuta stek kopi sendiri sudah berjalan selama tiga tahun. Sejauh ini, sudah sebanyak 2,93 juta batang yang terealisasi, serta dinyatakan hidup dan dibayar Pemkot Pagar Alam.

Dia optimis, dalam lima tahun bisa mencapai lima juta batang stek kopi. Terlebih, program ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumsel dengan tambahan satu juta batang stek kopi.

“Melihat jumlah yang sudah terealisasi, masih ada sekitar dua juta batang lagi yang belum dilakukan sambung pucuk (Stek),” ujar Gunsono.

Untuk sebarannya, dirincikan Gunsono, ada sebanyak 253 kelompok tani (Poktan) yang sudah tersentuh program stek kopi ini. Untuk memenuhi target sisa yang belum dilakukan stek, Gunsono menilai masih bisa tercover oleh APBD Pagar Alam.

“Mudah-mudahan jika tahun depan bantuan Gubernur kembali dikucurkan untuk program ini, bukan tidak mungkin akan over target,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Tergiur Untung Besar, Pria 29 Tahun Simpan 2,3 Kg Ganja di Kost dan Kena Gerebek
Disiplin Berbuah Manis, 140 Warga Binaan Lapas Kelas III Pagar Alam Terima Remisi Umum HUT RI Ke-81
Helen Purnama Sari, Putri Pagar Alam Jadi Wasit Bulu Tangkis Kelas Dunia dan Wanita Pertama di Sumsel Raih Predikat Terbaik Asia
Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah
Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi
Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi
Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas
Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Disiplin Berbuah Manis, 140 Warga Binaan Lapas Kelas III Pagar Alam Terima Remisi Umum HUT RI Ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Helen Purnama Sari, Putri Pagar Alam Jadi Wasit Bulu Tangkis Kelas Dunia dan Wanita Pertama di Sumsel Raih Predikat Terbaik Asia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi

Berita Terbaru