PKC PMII Sumsel Minta Presiden Prabowo Tetapkan Status Bencana Nasional untuk Sumatera

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Provinsi Sumatera Selatan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan banjir Sumatera yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai bencana nasional.

Ketua PKC PMII Sumsel, Syaidina Ali menilai bahwa penetapan status bencana nasional sangat mendesak mengingat kondisi lapangan yang semakin memprihatinkan. Menurutnya, sejumlah daerah mengalami kerusakan parah dan membutuhkan bantuan cepat dari pemerintah pusat agar penanganan tidak berjalan lambat atau terhambat.

“Bisa kita lihat bahwa saat ini masih banyak lokasi yang terdampak banjir sulit dijangkau. Warga dan sejumlah titik pengungsian belum terakses akibat material longsor dan genangan banjir yang tinggi,” ujar Ali.

Lebih lanjut, Ali mengatakan bahwa banjir besar yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar ini tidak hanya merusak ribuan rumah, tetapi juga menelan banyak korban jiwa serta menimbulkan penyakit dan kerugian material yang tidak sedikit.

“Negara dan pemerintah pusat harus hadir turun tangan, dan menyalurkan bantuan yang lebih besar untuk membantu masyarakat yang terdampak musibah tersebut,” tegasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan bahwa hingga Kamis (27/11/2025), bencana hidrometeorologi melanda 16 kabupaten/kota. Wilayah tersebut meliputi Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan.

Total 3.817 kepala keluarga atau 119.988 jiwa terdampak langsung oleh banjir Aceh Sumut Sumbar, dan 20.759 jiwa di antaranya telah mengungsi.

Diketahui, Banjir di Aceh hingga saat ini telah menelan 22 korban jiwa, 15 orang di Aceh Tengah, empat orang di Aceh Utara, satu orang di Bener Meriah, dan dua orang di Aceh Tenggara.

Tidak hanya Aceh, Sumatra Utara juga terdampak berat bencana banjir bandang dan tanah longsor. Menurut BPBD Sumut, bencana banjir dan longsor yang menerjang 13 kabupaten/kota di Sumut beberapa hari terakhir menyebabkan 47 korban meninggal dunia, hingga Kamis (27/11/2025).

Di Sumatra Barat, kondisi tak kalah memprihatinkan. BPBD Sumbar merilis data bahwa hingga Kamis (27/11/2025) malam, 21 orang meninggal, 3 orang hilang, dan 4 mengalami luka-luka akibat banjir dan tanah longsor. Sebanyak 12.000 jiwa terdampak di 13 kabupaten/kota, termasuk Padang, Pariaman, Pasaman Barat, dan Bukittinggi.

Berita Terkait

Konsisten Dampingi Korban Perempuan dan Anak, Wadir LBH Bima Sakti Raih Penghargaan dari Pemkot Palembang
Pasca Rotasi Jabatan, Tiga TP PKK Kecamatan di Pagar Alam Turut Alami Pergantian
Desa Wisata Gunung Dempo Ditutup, Alfrenzi Minta Pemkot dan PTPN Cari Solusi Bersama
OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN
Tim PUPR Kota Palembang Sidak Lokasi Diduga Penggunaan Fasilitas Umum
InkuBI Sultan Muda 2026: Kolaborasi Strategis Dorong UMKM Sumsel Go Digital
OJK Dorong Inklusi Keuangan Lewat Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam Sumsel

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:51 WIB

Kamis, 30 April 2026 - 17:15 WIB

Konsisten Dampingi Korban Perempuan dan Anak, Wadir LBH Bima Sakti Raih Penghargaan dari Pemkot Palembang

Kamis, 30 April 2026 - 14:34 WIB

Pasca Rotasi Jabatan, Tiga TP PKK Kecamatan di Pagar Alam Turut Alami Pergantian

Kamis, 30 April 2026 - 13:26 WIB

Desa Wisata Gunung Dempo Ditutup, Alfrenzi Minta Pemkot dan PTPN Cari Solusi Bersama

Rabu, 29 April 2026 - 21:22 WIB

OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN

Berita Terbaru

Kota Palembang

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:51 WIB