Nama: Putri Aprilia
NIM : PO7131226085
Prodi : D-4 Gizi dan Dietetika
Perwujudan Nyata Kelima Sila Pancasila Melalui Tindakan Sederhana
Pancasila merupakan ideologi dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yang lahir dari nilai-nilai asli dan pandangan hidup masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu. Sebagai fondasi sekaligus pedoman hidup bangsa, alangkah baiknya jika setiap hal dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dijalani dengan berpedoman teguh pada nilai-nilai yang terkandung dalam kelima silanya. Dalam kehidupan sehari-hari, perwujudan nilai-nilai ini dapat dimulai dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan di lingkungan sekitar.
Pengamalan ini saya mulai dari penerapan sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Sebagai bentuk penerapan dalam kehidupan sehari-hari, hal paling mendasar yang saya lakukan adalah tetap menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan yang saya anut di sela-sela kesibukan aktivitas perkuliahan. Selain beribadah secara spiritual, dalam hal ini yaitu shalat wajib 5 waktu, saya juga mengimbanginya dalam kehidupan sosial dengan bersedekah kepada yang membutuhkan. Pengamalan sila pertama ini juga saya lengkapi dengan menerapkan sikap toleransi antarumat beragama di lingkungan sekitar.
Lanjut pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, nilai yang saya terapkan yaitu melalui sikap tenggang rasa dan kesetaraan dalam memperlakukan setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari, saya selalu berusaha menghindari sikap membeda-bedakan pertemanan atas dasar latar belakang apa pun. Hal lain yang saya lakukan dalam mewujudkan nilai yang terkandung dalam sila kedua yaitu membiasakan diri menggunakan kata “Ajaib”, seperti mengucapkan kata permisi saat hendak mendahului, tolong saat membutuhkan bantuan, maaf ketika melakukan kekeliruan, serta terima kasih setelah mendapatkan bantuan.
Kemudian pada sila ketiga, yaitu Persatuan Indonesia, hal yang saya terapkan dari sila ketiga ini yaitu menjaga kebersamaan dan kekompakan dengan orang-orang di sekitar. Terlebih di dunia perkuliahan saat ini, saya bertemu dengan banyak teman yang berbeda latar belakang. Tindakan yang saya lakukan adalah selalu menghargai kebudayaan serta kebiasaan unik teman-teman dari daerah mana pun tanpa menjadikannya bahan ejekan. Cerminan nilai sila ketiga yang lainnya saya lakukan melalui tindakan nyata seperti ikut berpartisipasi dalam kegiatan kerja bakti atau gotong royong di lingkungan sekitar.
Lalu pada sila keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, penerapan yang paling sering saya alami adalah pada saat diskusi atau kerja kelompok. Tindakan nyata yang saya lakukan adalah selalu berusaha mendengarkan dan menghargai setiap pendapat atau masukan dari teman-teman sekelompok, meskipun pendapatnya berbeda dengan saya. Selain itu, saya juga menghindari sikap memaksakan kehendak pribadi dan lebih mengutamakan keputusan bersama untuk mencapai kesepakatan yang terbaik untuk kepentingan kelompok.
Terakhir pada sila kelima, yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, wujud pengamalan yang saya terapkan yaitu melalui sikap adil dalam membagi hak dan kewajiban di kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, kelas, maupun di masyarakat. Tindakan nyata yang saya lakukan yaitu selalu berusaha menyelesaikan bagian tugas saya dengan penuh tanggung jawab, mulai dari tugas rumahan seperti menyapu dan mencuci piring, lalu piket kelas, hingga mengerjakan tugas kelompok dengan adil. Selain itu, saya juga berusaha untuk selalu menghargai hak orang lain di ruang publik, contohnya tertib mengantre dan tidak menyerobot antrean.
Kelima sila Pancasila pada dasarnya bukanlah sekadar teori di dalam buku, melainkan panduan sikap nyata dalam keseharian kita. Mulai membiasakan diri melakukan hal-hal baik di lingkungan sekitar menjadi cara paling sederhana untuk terus menghidupkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila agar tidak pudar tergerus oleh zaman.









