Nama: Khalita Pelangi Rhaya
NIM : PO7131226057
Prodi : D4 Gizi dan Dietetika
Dari Nilai Menjadi Aksi
“Apa yang ditanam, itu yang dituai.” Peribahasa ini mengingatkan saya bahwa setiap tindakan yang kita lakukan, sekecil apa pun, akan membawa hasil dan membentuk diri kita di kemudian hari. Saya percaya bahwa kebaikan tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Terkadang, ia tumbuh dari cara sederhana kita memperlakukan orang lain, menghargai perbedaan, dan bertanggung jawab atas pilihan yang kita ambil. Dari kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut, saya, Khalita Pelangi Rhaya, berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya wujudkan dengan membiasakan diri berdoa sebelum memulai aktivitas dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan setelah berusaha. Keyakinan tersebut membuat saya belajar menerima kegagalan tanpa mudah menyerah dan tetap rendah hati ketika mendapatkan keberhasilan.
Sila kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, hadir saat saya berinteraksi dengan orang-orang di sekitar. Sewaktu bertemu pedagang kecil yang sepi pembeli, dibanding sekadar memberi uang karena kasihan, saya memilih membeli dagangannya dan menyapanya dengan ramah. Saya memosisikannya sebagai sesama manusia yang pantas dihargai pekerjaannya, karena menurut saya, setiap orang pantas dihargai, apa pun pekerjaannya.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya terapkan dengan menjaga suasana sejuk di ruang digital. Saat grup obrolan teman mulai panas karena perbedaan pendapat, saya berusaha menengahi dan meluruskan suasana agar hubungan baik tidak rusak hanya karena emosi sesaat.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, melatih saya untuk menekan ego. Saat ide saya tidak terpilih dalam diskusi kelompok di kelas, saya belajar untuk lapang dada dan tetap membantu menjalankan ide yang telah disepakati bersama. Dari hal sederhana tersebut, saya belajar bahwa keputusan bersama tidak selalu harus sesuai dengan keinginan pribadi.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya wujudkan dengan menghargai hak dan karya orang lain. Saya membiasakan diri untuk tidak membeli barang bajakan, menghormati hak cipta saat mengerjakan tugas, serta memberikan apresiasi kepada setiap anggota yang ikut berkontribusi dalam suatu kegiatan atau tugas kelompok.
Pada akhirnya, saya menyadari bahwa nilai yang baik akan memiliki arti ketika diwujudkan dalam tindakan. Saya mungkin hanya satu dari jutaan warga Indonesia, tetapi saya percaya bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan dengan konsisten dapat membawa perubahan, baik bagi diri sendiri maupun orang di sekitar. Seperti benih yang dirawat hingga tumbuh, saya ingin terus menanam nilai-nilai Pancasila melalui tindakan sederhana agar kelak dapat menuai kebaikan bagi kehidupan bersama.







