Nama: Damero Graceika Agatha Sirait
NIM : PO7131226041
Prodi : D4 Gizi dan Dietetika
Kehidupan Aku Bersama Pancasila
Sejak menjadi mahasiswa, aku makin sadar kalau Pancasila itu sebenarnya bukan cuma soal hafalan waktu sekolah dulu. Lima sila itu ternyata dekat banget sama kehidupan sehari-hariku di kampus maupun di rumah.
Sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, mengingatkan aku buat tetap ingat Tuhanku dan saling toleransi sama teman-teman dari berbagai agama. Misalnya, kalau ada teman yang mau salat, aku biasa ngasih ruang dan nggak pernah ganggu. Kadang juga waktu pengajian bersama, aku selalu mengingatkan mereka kalau ada pengajian. Dari situ aku belajar buat saling menghargai perbedaan di sekitarku.
Sila kedua, “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Saat ini Indonesia sedang dilanda bencana alam di bagian Nusa Tenggara Timur, kampusku mengadakan pengumpulan dana untuk donasi ke mereka yang terkena bencana alam gempa bumi maka dari itu aku ikut menyumbangkan dana berupa duit melalui kegiatan pengumpulan dana tersebut. Aku juga sebisa mungkin memperlakukan siapa pun dengan baik, nggak peduli status ataupun asal mereka. Rasanya ikut berbagi dan membantu orang yang butuh itu bikin hidup aku lebih berarti.
Sila ketiga, “Persatuan Indonesia”, aku rasain banget waktu ikut LDO atau latihan dasar organisasi yang isinya mahasiswa dari berbagai daerah. Kita sering nyanyi Indonesia Raya bareng, berdiskusi mengenai pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh panitia melalui Google Form, dan bisa mengenal teman-temanku lebih baik. Aku belajar, walaupun kita beda-beda, tapi tujuan kita sama, pengen Indonesia lebih baik.
Sila keempat, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”. Di kelasku, aku belajar buat ngedengar pendapat semua orang dan menyelesaikan masalah bareng-bareng. Seperti di saat kami tidak mendapatkan kelas untuk mata kuliah berikutnya, maka kami sama-sama saling berunding dan menghasilkan kami dapat tetap melakukan kegiatan mata kuliah lewat Zoom. Kalau ada beda pendapat, kita diskusi sampai dapet keputusan terbaik. Jadi, nggak ada yang main keputusan sepihak.
Sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, aku coba terapkan dengan nggak membeda-bedakan teman. Misalnya, waktu bagi tugas kelompok, semua kebagian adil. Aku juga bantu siapa aja, baik yang udah aku kenal ataupun belum. Menurut aku, Pancasila itu bener-bener jadi pegangan hidup buat aku. Kalau semua orang sadar buat menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan, aku yakin Indonesia bisa makin solid dan damai. Dan karena Pancasila juga aku menjadi lebih bisa menghargai apa itu sebuah perbedaan.









