Pertamina Patra Niaga Buka Lebih Banyak Peluang bagi Difabel untuk Berkarya dan Mandiri

- Redaksi

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, SUARAPUBLIK.ID – Pertamina Patra Niaga merangkul kalangan disabilitas sebagai bagian dari denyut usahanya di sektor energi nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program Community Involvement & Development (CID) yang dijalankan di berbagai wilayah operasional perusahaan.

 

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada bisnis, tetapi juga berkomitmen menciptakan ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

 

“Pertamina Patra Niaga hadir untuk semua kalangan. Melalui program CID, kami membuka peluang bagi teman-teman difabel untuk berkarya, meningkatkan kapasitas diri, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Roberth.

 

Salah satu program unggulan adalah PERINTIS (Pemberdayaan Inklusi Teman Istimewa) yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan melalui Kedai Kopi Teman Istimewa di Kabupaten Indramayu. Sejak berdiri pada 2023, kedai yang dikelola langsung oleh teman-teman tuli tersebut telah memberikan manfaat kepada 155 penyandang tuli dan berhasil mencatatkan omzet hingga Rp300 juta sepanjang tahun 2025. Lebih dari sekadar tempat usaha, kedai ini menjadi simbol kemandirian dan bukti bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berdaya.

 

Komitmen dalam mendorong kemandirian penyandang disabilitas juga diwujudkan melalui Program Setara (Sinergi Kawan Inklusi) yang digagas oleh perusahaan afiliasi, PT Polytama Propindo sejak 2023. Program ini mengembangkan inovasi kaki palsu Polystep berbahan limbah polipropilena daur ulang sebagai solusi akses alat bantu yang lebih terjangkau sekaligus mendukung ekonomi sirkular.

Hingga saat ini, Program Setara telah memberikan manfaat kepada 114 penerima manfaat di Indramayu dan menghasilkan pendapatan hampir Rp190 juta sepanjang 2025.

 

Suprayitno, Ketua Kelompok Difabel Indramayu, mengaku merasakan perubahan besar sejak hadirnya Program Setara. Menurutnya, program ini tidak hanya membantu menyediakan alat bantu yang lebih terjangkau, tetapi juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya dan mandiri secara ekonomi.

 

“Dulu kami sering terkendala karena alat bantu sangat mahal dan sulit didapat. Sekarang kami bisa membuat sendiri, belajar, bahkan menjual hasil produksi kami. Ini bukan sekadar bantuan, tapi bentuk pengakuan bahwa kami setara,” ujar Suprayitno penuh haru.

 

Sementara itu, di Kabupaten Boyolali, Fuel Terminal Boyolali menjalankan Program Difabelpreneur Kresna Patra yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan akses kerja bagi penyandang disabilitas. Melalui pelatihan menjahit, pengembangan lembaga penyalur kerja inklusif, serta pendirian Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) Inklusi Dwija Praja Amarta, program ini berhasil membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

 

Program ini juga menghadirkan inovasi mesin jahit ramah disabilitas Jr-Difa yang memanfaatkan scrap besi perusahaan dan telah memperoleh hak paten. Selain itu, pemanfaatan limbah minyak jelantah dan botol plastik turut mendukung pembiayaan pendidikan peserta PKBM inklusi.

 

Dampaknya sangat signifikan. Inkubasi tenaga kerja disabilitas Kresna Patra telah berhasil menyalurkan 170 penyandang disabilitas ke berbagai industri garmen lokal di Boyolali, sehingga membuka akses kerja dan peluang ekonomi yang lebih luas.

 

“Pertamina Patra Niaga tidak hanya mendistribusikan energi, tetapi juga membuka peluang dan menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kami percaya keberhasilan bisnis harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” pungkas Roberth.

Editor : Jaks

Berita Terkait

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan
Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan
Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas
IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga
Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD
Pendampingan Kader Posyandu Palembang Dalam Lomba SE Sumsel 
Bawa Senpira Saat Konvoi Bermotor, Pelajar SMK Gajah Mada Palembang Diamankan Polisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kebahagiaan Kemerdekaan bagi 19 Anak Panti Asuhan Yunida Rizki

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD

Berita Terbaru

pendidikan

Pancasila dalam Langkah Hidupku

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:49 WIB