Peran Penting Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Shafira Dwi Fauziyyah

NIM   : PO7131126073

Prodi : D3 Gizi

 

Peran Penting Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman suku bangsa, bahasa, budaya, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia, tetapi juga dapat menjadi tantangan apabila tidak disikapi dengan baik.

 

Oleh karena itu, diperlukan suatu pedoman yang mampu mempersatukan seluruh rakyat Indonesia, yaitu  Pancasila. Bagi saya, Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dipelajari di sekolah maupun di bangku perkuliahan, melainkan pedoman hidup yang mengajarkan saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Saya percaya bahwa mengamalkan nilai-nilai Pancasila tidak harus melalui tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari. Perbedaan agama dan kepercayaan masih menjadi isu yang sensitif di tengah masyarakat.

 

Oleh karena itu, penerapan sila pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”, sangat penting untuk menjaga kerukunan. Saya selalu berusaha menjalankan ibadah sesuai dengan agama yang saya anut serta menghormati teman-teman yang memiliki keyakinan berbeda. Menurut saya, sikap saling menghormati akan menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis. Sebaliknya, apabila nilai sila pertama tidak diterapkan, perbedaan agama dapat memicu sikap intoleransi, perselisihan, bahkan mengurangi rasa persaudaraan di tengah masyarakat.

 

Sebagai makhluk sosial, manusia perlu menjunjung tinggi nilai “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” yang terkandung dalam sila kedua. Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha memperlakukan setiap orang dengan sopan tanpa membedakan latar belakang mereka. Saya juga berusaha menjenguk teman yang sedang sakit, menghindari mengejek, tidak melakukan perundungan, serta menghormati hak orang lain. Hal-hal sederhana tersebut mengajarkan saya untuk memiliki rasa empati, saling peduli, dan menghargai martabat setiap manusia. Apabila nilai kemanusiaan ini diabaikan, rasa peduli terhadap sesama akan berkurang, sehingga dapat memunculkan tindakan kekerasan, diskriminasi, dan hilangnya sikap saling menghargai.

 

Penerapan sila ketiga, “Persatuan Indonesia”, saya lakukan dengan berteman dengan siapa saja tanpa membedakan suku, agama, maupun daerah asal. Perbedaan latar belakang yang dimiliki teman-teman saya tidak pernah menjadi alasan untuk terpecah belah. Sebaliknya, kami menjadikan perbedaan tersebut sebagai kekuatan untuk saling mengenal, belajar budaya satu sama lain, dan mempererat persaudaraan. Saya menyadari bahwa persatuan merupakan modal penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Jika nilai persatuan tidak diterapkan, perpecahan akan mudah terjadi dan rasa cinta terhadap tanah air akan semakin berkurang.

 

Dalam menerapkan sila keempat, “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”, saya selalu berusaha mendengarkan pendapat teman ketika berdiskusi. Meskipun pendapat saya tidak selalu diterima, saya tetap menghargai keputusan yang telah disepakati bersama. Saya memahami bahwa musyawarah bertujuan untuk mencapai mufakat, bukan untuk memenangkan pendapat pribadi. Apabila setiap orang hanya mementingkan ego dan memaksakan kehendaknya, musyawarah tidak akan berjalan dengan baik dan justru dapat menimbulkan perselisihan.

 

Terakhir, sila kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, saya terapkan dengan bersikap adil kepada semua teman, tidak memilih-milih dalam berteman, serta berbagi ketika ada teman yang membutuhkan bantuan. Saya percaya bahwa memperlakukan setiap orang secara adil akan menciptakan rasa saling menghargai dan mempererat hubungan antarsesama. Sebaliknya, apabila nilai keadilan tidak diterapkan, akan muncul ketidakadilan, rasa iri, kesenjangan sosial, serta konflik di lingkungan sekitar. Melalui pengalaman sederhana tersebut, saya menyadari bahwa menerapkan nilai-nilai Pancasila bukanlah hal yang sulit. Justru dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, saya dapat menjadi pribadi yang lebih baik sekaligus ikut menciptakan lingkungan yang rukun, damai, dan penuh rasa saling menghargai. Tanpa kita sadari, tindakan sederhana yang dilakukan setiap hari dapat memberikan dampak besar bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Oleh karena itu, sudah seharusnya setiap warga negara menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak agar persatuan, keadilan, dan keharmonisan bangsa Indonesia tetap terjaga.

Berita Terkait

Menerapkan Pancasila Mulai dari Hal-Hal Sederhana
Pancasila sebagai Panduan untuk Menjadi Mahasiswa yang Bertanggung Jawab
Mengamalkan Pancasila Mulai dari Diri Sendiri
Pancasila sebagai Pedoman Sikap dan Perilaku Mahasiswa
Diri Saya dan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Modus Petugas Lapas Palsu di OKU Timur, Sepeda Motor Petani Raib di Halaman Markas Polisi
Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari Mahasiswa D3 Gizi
Menjadi Pribadi Berkarakter Melalui Nilai-Nilai Pancasila

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:09 WIB

Menerapkan Pancasila Mulai dari Hal-Hal Sederhana

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:03 WIB

Peran Penting Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:55 WIB

Pancasila sebagai Panduan untuk Menjadi Mahasiswa yang Bertanggung Jawab

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:49 WIB

Mengamalkan Pancasila Mulai dari Diri Sendiri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Pancasila sebagai Pedoman Sikap dan Perilaku Mahasiswa

Berita Terbaru

Sumsel

Menerapkan Pancasila Mulai dari Hal-Hal Sederhana

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:09 WIB

Sumsel

Peran Penting Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:03 WIB

Sumsel

Mengamalkan Pancasila Mulai dari Diri Sendiri

Jumat, 21 Agu 2026 - 05:49 WIB

Sumsel

Pancasila sebagai Pedoman Sikap dan Perilaku Mahasiswa

Jumat, 21 Agu 2026 - 05:43 WIB