Diri Saya dan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nama : Greysia Erico

Prodi  : D3 Gizi

 

Diri Saya dan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

 

Menurut saya, Pancasila itu bukan cuma sesuatu yang harus dihafalkan waktu sekolah atau ditulis di buku pelajaran. Semakin saya bertambah dewasa, saya mulai sadar kalau nilai-nilai Pancasila sebenarnya cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahkan, tanpa sadar kita sering menerapkannya dalam hal-hal sederhana.

 

Saya sendiri adalah seorang mahasiswa yang masih banyak belajar tentang kehidupan. Menjadi mahasiswa menurut saya bukan cuma soal datang ke kelas, mengerjakan tugas, dan mengejar nilai. Di lingkungan kampus, saya juga belajar bagaimana cara bergaul, menghargai orang lain, bekerja sama, dan bertanggung jawab dengan pilihan yang saya ambil. Dari situ saya merasa nilai-nilai Pancasila sebenarnya bisa diterapkan dalam kehidupan saya sehari-hari.

 

Contohnya dari sila pertama, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha menjalankan kewajiban sesuai dengan keyakinan saya. Selain itu, saya juga belajar untuk menghargai teman yang mempunyai agama dan kepercayaan yang berbeda.

 

Kemudian sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Hal sederhana yang bisa saya lakukan adalah memperlakukan orang lain dengan baik. Misalnya, ketika ada teman yang sedang kesulitan, saya berusaha membantu semampu saya.

 

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, juga sering saya temui di lingkungan kampus. Saya bertemu dengan banyak orang yang memiliki sifat, kebiasaan, daerah asal, dan cara berpikir yang berbeda. Tidak mungkin saya selalu setuju dengan semua orang. Tapi menurut saya, perbedaan pendapat bukan berarti harus bermusuhan.

 

Untuk sila keempat, yaitu Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya merasakannya ketika berdiskusi atau mengambil keputusan bersama. Dalam tugas kelompok misalnya, setiap anggota biasanya mempunyai pendapat masing-masing.

 

Sedangkan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, menurut saya bisa diterapkan dengan bersikap adil kepada orang lain. Misalnya dalam kerja kelompok, pembagian tugas sebaiknya dilakukan secara adil dan tidak hanya membebankan pekerjaan kepada satu orang.

Berita Terkait

DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 
Bupati Toha Lantik Pejabat Pemkab Muba, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik
BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar
Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas
Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan
Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap
Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Bupati Toha Lantik Pejabat Pemkab Muba, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:15 WIB

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:12 WIB

Kajati Sumsel Kunjungi Kejari Empat Lawang, Evaluasi Pelaksanaan Tugas

Berita Terbaru

Empat Lawang

BNN Empat Lawang Ajak Masyarakat Perkuat Bejeghum P4GN Bersinar

Selasa, 13 Okt 2026 - 23:15 WIB