Nama: Rahmania Mulia Putri
NIM : PO7131126054
Prodi : D3 Gizi
Peran Generasi Muda dalam Mengamalkan Nilai-Nilai Pancasila
Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut saya, tanpa disadari kita sudah sering mengamalkan nilai-nilai Pancasila, terutama di lingkungan sekolah, rumah, maupun saat bergaul dengan teman. Hal-hal kecil yang telah kita lakukan itu ternyata memiliki makna yang sesuai dengan lima sila Pancasila.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sudah saya terapkan dengan tetap menyempatkan shalat meskipun sedang sibuk mengerjakan tugas. Selain itu, ketika teman saya yang beragama lain sedang merayakan hari besar keagamaannya, saya mengucapkan selamat dan ikut menghargai momen tersebut tanpa mengganggu atau mengejek keyakinannya.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, telah saya rasakan ketika ada teman yang lupa membawa uang jajan. Kami biasanya patungan untuk membelikannya makanan agar ia tetap bisa makan siang. Hal sederhana seperti itu menunjukkan rasa peduli kepada sesama.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, terlihat saat itu kelas kami sedang mengikuti lomba antarkelas. Walaupun sehari-hari tidak terlalu akrab dengan semua teman, kami tetap bekerja sama saat latihan dan saling menyemangati agar bisa memberikan hasil terbaik. Perbedaan pendapat tidak membuat kami bermusuhan, justru menjadi bahan diskusi untuk mencari solusi.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, kami lakukan ketika menentukan tema acara kelas. Awalnya setiap orang memiliki usulan yang berbeda, tetapi kami berdiskusi bersama dan memilih tema yang paling banyak disetujui. Dengan begitu, tidak ada yang merasa dipaksa menerima keputusan orang lain.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sudah saya terapkan saat mengerjakan tugas kelompok. Pembagian pekerjaan dilakukan sesuai kemampuan masing-masing, tetapi semua tetap memiliki tanggung jawab yang sama. Dan, ketika presentasi, kami juga bergantian berbicara agar setiap anggota mendapat kesempatan yang adil.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa mengamalkan Pancasila tidak harus melalui tindakan besar. Sikap sederhana seperti membantu teman, berdiskusi sebelum mengambil keputusan, dan bekerja sama dengan siapa pun sudah menjadi bentuk nyata penerapan nilai-nilai Pancasila. Jika kebiasaan baik ini terus dilakukan, maka Pancasila tidak hanya menjadi hafalan, tetapi benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.







