Perajin Miniatur Kapal dan Pesawat di Palembang Raup Omzet Puluhan Juta Rupiah

- Redaksi

Selasa, 5 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Miniatur kapal dan pesawat buatan Salim (48), warga Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring. Foto: Tia

Miniatur kapal dan pesawat buatan Salim (48), warga Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) menjadi berkah tersendiri bagi para perajin miniatur kapal hias dan pesawat di Kota Palembang.

Salah satunya adalah Salim (48), warga Kelurahan Silaberanti, Kecamatan Jakabaring, mengaku jika saat ini penjualannya mengalami peningkatan permintaan signifikan menjelang perayaan 17 Agustus.

Salim menyebut di tahun ini dirinya memproduksi sekitar 600 unit miniatur kapal dan pesawat yang dijual dengan harga terjangkau.

“Miniatur kapal dijual seharga Rp15.000, sementara miniatur pesawat Rp20.000 per buah. Alhamdulillah tahun ini bisa buat 600 buah, dan omzetnya sekitar Rp10 juta,” ujar Salim saat dibincangi langsung, Selasa (5/8/2025).

Ia menjelaskan harga miniatur itu bervariasi, tergantung tingkat kesulitan dan bahan baku yang digunakan.

“Kami menggunakan akar gabus dan kardus bekas sebagai bahan utama. Kapal dibuat dari campuran kedua bahan tersebut, sedangkan pesawat menggunakan akar gabus murni,” jelasnya.

Ia mengaku jika proses pencarian bahan baku dimulai sejak Februari lalu. Berbagai wilayah di Sumatra Selatan (Sumsel) seperti Punti Kayu, Tanjung Api-api, hingga daerah Bakung, Gelumbang, telah ia kunjungi demi mendapatkan akar gabus berkualitas.

“Satu akar gabus sekitar satu meter bisa jadi enam badan pesawat. Proses pembuatannya dari mengasah hingga merakit saya kerjakan sendiri, lalu keluarga bantu untuk hiasannya,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan jika telah menekuni usaha ini selama lebih dari 20 tahun secara turun-temurun. Kini, ia tidak lagi perlu berkeliling untuk menjual hasil karyanya.

“Pelanggan dari berbagai pasar tradisional di Palembang seperti Pasar Lemabang, Palimo, Perumnas, Kuto, dan 26 Ilir rutin datang untuk membeli langsung kesini dalam jumlah besar,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih kepada para pelaku usaha kerajinan lokal seperti dirinya.

“Miniatur ini sudah menjadi tradisi setiap Agustusan di Palembang. Semoga bisa lebih diperhatikan lagi oleh pemerintah,” ucap dia.

Berita Terkait

Modus Janjikan Lolos Kerja di PDAM dan Damkar, Oknum ASN di Palembang Ditangkap Polisi
Sewa Pompa Cor Lewat Google, Warga Palembang Kehilangan Rp7 Juta Diduga Ditipu Akun Palsu
Terekam CCTV, Aksi Pencurian Motor di Kantor Dinas Perkim Palembang Berujung Laporan ke Polisi
Night Ride Palembang Darussalam, Astra Motor Sumsel Kenalkan New Honda Vario Evo 160 kepada Komunitas
ARYADUTA Palembang Tawarkan Promo Eksklusif di Sumsel Wedding Expo 2026, Gratis Akad hingga Photobooth
Dianiaya Istri Sirih, Pria Ini Lapor Polisi
Curi Becak, Pemuda di Tangga Takat Dibekuk Buser Polsek SU II Palembang
Disnakertrans Muba Gandeng Pertamina EP Zona 4, Perkuat Penyerapan Tenaga Kerja Lokal dan Program Magang

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:48 WIB

Modus Janjikan Lolos Kerja di PDAM dan Damkar, Oknum ASN di Palembang Ditangkap Polisi

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:23 WIB

Sewa Pompa Cor Lewat Google, Warga Palembang Kehilangan Rp7 Juta Diduga Ditipu Akun Palsu

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:21 WIB

Terekam CCTV, Aksi Pencurian Motor di Kantor Dinas Perkim Palembang Berujung Laporan ke Polisi

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:14 WIB

ARYADUTA Palembang Tawarkan Promo Eksklusif di Sumsel Wedding Expo 2026, Gratis Akad hingga Photobooth

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:04 WIB

Dianiaya Istri Sirih, Pria Ini Lapor Polisi

Berita Terbaru