Penularan COVID-19 Makin Masif, Masyarakat Harus Tetap Waspada

- Redaksi

Rabu, 22 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy. (Photo: Reza Mardiansyah)

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Saat ini, penyebaran kasus (COVID-19) di Sumatera Selatan sudah mulai melandai. Meski begitu, bukan berarti Sumsel telah terbebas dari pandemi. Sebab, penularan virus corona masih cukup masif.

Berdasarkan data per 21 September 2021, penambahan kasus COVID-19 masih tetap ada. Bahkan sebanyak 55 kasus. Sehingga total kasus positif COVID-19 di Sumsel mencapai secara kumulatif, mencapai 59.396.

“Alhamdulillah penambahan kasus COVID-19 sangat melandai, dibanding bulan-bulan sebelumnya. Di mana pernah mencapai lebih dari 1.000 kasus per hari. Meski masih ada penambahan, tapi sekarang sudah membaik kondisinya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Lesty Nurainy, Rabu (22/9/2021).

Dengan penurunan kasus inilah, saat ini penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Sumatra Selatan turun level.

Ada satu daerah yang masih menerapkan PPKM level 3 yakni Kota Prabumulih, dan satu daerah menerapkan PPKM level 1 yakni Musi Rawas. Sementara 15 kabupaten kota yang lain menerapkan PPKM level 2 termasuk Kota Palembang.

“Ini adalah anugerah bagi kita, artinya memang masyarakat tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Jadi walaupun kasus melandai, namun masyarakat dan kita semua tidak boleh lalai,” jelasnya.

Pihaknya juga mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga mobilitas, termasuk meminimalisir berpergian keluar kota jika bukan urusan yang penting.

“Termasuk ke mal atau bioskop. Kalau tetap mau melakukan aktivitas berpergian dan rekreasi, tetap harus menerapkan prokes yang ketat,” ujarnya.

Meski angka penambahan kasus COVID-19 melandai, namun Pemprov Sumsel dan kabupaten kota di Sumsel tetap menggencarkan 3T baik testing, tracing dan treatment.

“Kita tetap konsentrasi mengawasi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri. Dan Alhamdulillah, saat ini BOR (bed occupancy ratio) di Sumsel mencapai 8 persen,” katanya.

Sedangkan untuk angka kesembuhan bertambah 62 kasus sehingga total menjadi 55.701 kasus dan angka kematian bertambah 4 orang sehingga seluruhan mencapai 3.023. (ANA)

Berita Terkait

Menerapkan Nilai Pancasila dari Pagi hingga Sore Hari
Pancasila Dimulai dari Diri Sendiri 
Penerapan Pancasila dalam kehidupan Sehari-hari Mahasiswa D3 Gizi
Aku dan Pancasila di Hidupku 
Pancasila dalam Keseharian Saya sebagai Anak Pertama
Peran Pancasila dalam Membentuk Jati Diri Saya
Pancasila Adalah Jiwaku 
Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:10 WIB

Menerapkan Nilai Pancasila dari Pagi hingga Sore Hari

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:05 WIB

Pancasila Dimulai dari Diri Sendiri 

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:00 WIB

Penerapan Pancasila dalam kehidupan Sehari-hari Mahasiswa D3 Gizi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Aku dan Pancasila di Hidupku 

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Pancasila dalam Keseharian Saya sebagai Anak Pertama

Berita Terbaru

Sumsel

Menerapkan Nilai Pancasila dari Pagi hingga Sore Hari

Sabtu, 22 Agu 2026 - 00:10 WIB

Sumsel

Pancasila Dimulai dari Diri Sendiri 

Sabtu, 22 Agu 2026 - 00:05 WIB

Sumsel

Aku dan Pancasila di Hidupku 

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:56 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Keseharian Saya sebagai Anak Pertama

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:50 WIB