Penjual Bendera di Palembang Keluhkan Sepi Pembeli

- Redaksi

Rabu, 4 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sofian merapikan barang daganganya yang tertiup angin, di hari kemerdekaan tahun ini omzet yang ia dapat jauh menurun.
Foto: nata

Sofian merapikan barang daganganya yang tertiup angin, di hari kemerdekaan tahun ini omzet yang ia dapat jauh menurun. Foto: nata

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke 76 tahun atau tahun 2021, yang masih situasi Pandemi Covid-19, sepi peminat. Hal ini dikeluhkan oleh para penjual bendera merah putih dan umbul-umbul, terutama di sepanjang jalan Angkatan 45 Palembang.

Ahmad Sofian (62 tahun), warga Lorong Majapahit RT 01 RW 01, Angkatan 45, Kecamatan Ilir Barat I, yang menjajakan dagangannya di pusat Kota Palembang mengeluhkan sepinya pembeli.

Sofian mengaku sepi pembeli, bahkan selama pandemi Covid-19 yang tingkat penyebarannya cukup tinggi, dalam satu hari dirinya mampu menjual dua hingga tiga lembar bendera merah putih yang diperolehnya dari wilayah Garut Jawa Barat.

“Omzet penjualan lumayan namun yang kita peroleh untuk tahun ini tak seperti yang didapat sebelumnya. Seumpama harga bendera Rp20 ribu, kita jual dengan harga Rp25 ribu, jadi Rp5000 keuntungannya, Alhamdulillah itulah yang didapat,” jelasnya kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Penurunan pembeli, ujar Sofian akibat pandemi COVID-19 yang sudah masuk dua tahun. “Di satu sisi kita juga mengais rezeki untuk penghidupan sehari hari, dan kita juga dihadapi dengan kondisi yang memprihatinkan. Kita selaku masyarakat bawah hanya bisa mengandalkan dari pencarian seperti ini,” keluhnya.

Terkait bantuan selama masa pandemi, Sofian menuturkan tak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah. “Saya tinggal bersama saudara yang kesehariannya hanya menjual manisan kecil-kecilan. Untuk membantu saudara saya, inilah yang bisa dilakukan,” ucapnya.

Dikatakan Sofian, dirinya telah menggeluti profesi menjual bendera sudah tiga tahun. Barang untuk bisnis musiman ini ia peroleh dari daerah Garut, Jawa Barat. (Nat)

Berita Terkait

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi
Jelang Iduladha Pemprov Sumsel Minta Warga Tak Panic Buying
Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia
Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan
Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib
Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati
Jangan Asal Salahkan Gubernur, DPRD Sumsel Ungkap Fakta Kewenangan Jalan Rusak di Sumsel
86 Solution Ikut Sukseskan Konser Spektakuler Slank di Palembang

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:53 WIB

Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 17:30 WIB

Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:08 WIB

Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib

Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB

Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati

Berita Terbaru

Dua penderita bibir sumbing yang akan dioperasi di RSKGM Palembang. Foto: Tia

Kota Palembang

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB