Nama: Winda Ulan
NIM : P07124126089
Prodi : D3 Kebidanan
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Mahasiswa Kebidanan
Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia yang terdiri atas lima sila. Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup, pemersatu bangsa di tengah keberagaman, serta sumber dari segala sumber hukum. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menuntun masyarakat Indonesia untuk hidup secara adil, bersatu, dan demokratis.
Menurut saya, Pancasila bukan hanya sekadar pajangan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai Pancasila dapat membentuk karakter yang baik, santun, dan bermartabat. Hal tersebut sangat penting, terutama bagi mahasiswa D3 Kebidanan yang nantinya akan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
Dalam kehidupan sehari-hari, saya menerapkan sila pertama melalui hal-hal sederhana, seperti berdoa sebelum makan, mengaji di waktu luang, melaksanakan salat, berdoa sebelum memulai aktivitas, serta bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan. Saya juga menghormati teman yang memiliki agama dan keyakinan yang berbeda. Menurut saya, saling menghormati merupakan bentuk toleransi yang harus selalu dijaga.
Jika saya tidak menerapkan nilai sila pertama, saya dapat menjadi pribadi yang kurang bersyukur dan kurang memiliki pedoman dalam menjalani kehidupan. Selain itu, saya akan menjadi warga negara yang kurang baik dan dapat menjauh dari kewajiban beribadah kepada Tuhan. Akibatnya, kehidupan dapat menjadi tidak terarah karena kurangnya hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Dalam menerapkan sila kedua, saya berusaha bersikap sopan dan santun kepada orang tua, dosen, teman, serta semua orang. Saya juga berusaha untuk memanusiakan manusia, tidak melakukan perundungan (bullying) kepada orang lain di kampus maupun di lingkungan sekitar, serta membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan.
Jika nilai sila kedua tidak diterapkan, rasa saling menghargai antarmanusia dapat hilang. Hal tersebut dapat memicu tindakan perundungan, diskriminasi, pelanggaran hak asasi manusia, serta renggangnya hubungan sosial di tengah masyarakat.
3. Persatuan Indonesia
Saya menerapkan sila ketiga dengan menjaga kekompakan bersama teman-teman, saling menghargai perbedaan pendapat, serta bekerja sama ketika mengerjakan tugas kelompok. Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki karakter dan pemikiran yang berbeda. Oleh karena itu, saya berusaha untuk saling memahami agar tercipta suasana yang nyaman dan harmonis.
Jika nilai persatuan tidak diterapkan, akan mudah terjadi konflik, perselisihan, dan perpecahan. Kerja sama juga tidak akan berjalan dengan baik. Akibatnya, dapat muncul konflik antarsuku atau golongan, hilangnya rasa solidaritas, meningkatnya sikap egois, serta melemahnya keutuhan bangsa akibat lunturnya semangat kebersamaan dan cinta tanah air.
4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Dalam kehidupan di rumah, saya menerapkan sila keempat dengan tidak memaksakan keinginan pribadi kepada kakak, adik, maupun orang tua. Kami selalu bermusyawarah dalam pembagian tugas, termasuk ketika membagi tugas untuk membersihkan rumah.
Di lingkungan kampus, saya juga menerapkannya dengan memilih ketua tingkat melalui pemungutan suara atau musyawarah. Dengan demikian, setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan.
Jika saya tidak menerapkan sila keempat, berarti saya belum memiliki jiwa bermusyawarah dan kurang menghargai pendapat orang lain. Akibatnya, dapat timbul konflik, hilangnya budaya musyawarah, serta munculnya sikap egois yang memaksakan kehendak tanpa menghargai hak dan suara orang lain.
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Saya menerapkan sila kelima dengan berusaha bersikap adil kepada sesama, menghormati hak dan kewajiban orang lain, bekerja keras, serta bergotong royong tanpa memandang status sosial demi tercapainya kesejahteraan bersama.
Dalam kehidupan sehari-hari, saya menerapkannya dengan memberikan uang jajan kepada adik-adik dalam jumlah yang sama, bersikap adil kepada siapa saja tanpa pilih kasih, serta mengerjakan tugas piket bersama-sama tanpa mengandalkan satu atau dua orang saja.
Jika saya tidak mengamalkan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari, berarti saya belum memiliki jiwa keadilan. Akibatnya, saya dapat menjadi pribadi yang serakah dan tidak peduli terhadap hak orang lain. Oleh karena itu, saya berharap dapat terus menerapkan nilai-nilai keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Penutup
Dari kelima sila Pancasila tersebut, saya menyadari bahwa Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku saya sebagai mahasiswa. Penerapan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, saya berharap dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab, santun, adil, serta mampu memberikan pelayanan yang baik dan profesional kepada masyarakat sebagai calon tenaga kebidanan.











