Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Mahasiswa Kebidanan

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama: Winda Ulan

NIM : P07124126089

Prodi : D3 Kebidanan

 

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Mahasiswa Kebidanan

 

Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia yang terdiri atas lima sila. Pancasila berfungsi sebagai pandangan hidup, pemersatu bangsa di tengah keberagaman, serta sumber dari segala sumber hukum. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya menuntun masyarakat Indonesia untuk hidup secara adil, bersatu, dan demokratis.

 

Menurut saya, Pancasila bukan hanya sekadar pajangan, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai Pancasila dapat membentuk karakter yang baik, santun, dan bermartabat. Hal tersebut sangat penting, terutama bagi mahasiswa D3 Kebidanan yang nantinya akan memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

 

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

 

Dalam kehidupan sehari-hari, saya menerapkan sila pertama melalui hal-hal sederhana, seperti berdoa sebelum makan, mengaji di waktu luang, melaksanakan salat, berdoa sebelum memulai aktivitas, serta bersyukur atas segala nikmat yang diberikan Tuhan. Saya juga menghormati teman yang memiliki agama dan keyakinan yang berbeda. Menurut saya, saling menghormati merupakan bentuk toleransi yang harus selalu dijaga.

 

Jika saya tidak menerapkan nilai sila pertama, saya dapat menjadi pribadi yang kurang bersyukur dan kurang memiliki pedoman dalam menjalani kehidupan. Selain itu, saya akan menjadi warga negara yang kurang baik dan dapat menjauh dari kewajiban beribadah kepada Tuhan. Akibatnya, kehidupan dapat menjadi tidak terarah karena kurangnya hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.

 

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

 

Dalam menerapkan sila kedua, saya berusaha bersikap sopan dan santun kepada orang tua, dosen, teman, serta semua orang. Saya juga berusaha untuk memanusiakan manusia, tidak melakukan perundungan (bullying) kepada orang lain di kampus maupun di lingkungan sekitar, serta membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan.

 

Jika nilai sila kedua tidak diterapkan, rasa saling menghargai antarmanusia dapat hilang. Hal tersebut dapat memicu tindakan perundungan, diskriminasi, pelanggaran hak asasi manusia, serta renggangnya hubungan sosial di tengah masyarakat.

 

3. Persatuan Indonesia

 

Saya menerapkan sila ketiga dengan menjaga kekompakan bersama teman-teman, saling menghargai perbedaan pendapat, serta bekerja sama ketika mengerjakan tugas kelompok. Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki karakter dan pemikiran yang berbeda. Oleh karena itu, saya berusaha untuk saling memahami agar tercipta suasana yang nyaman dan harmonis.

 

Jika nilai persatuan tidak diterapkan, akan mudah terjadi konflik, perselisihan, dan perpecahan. Kerja sama juga tidak akan berjalan dengan baik. Akibatnya, dapat muncul konflik antarsuku atau golongan, hilangnya rasa solidaritas, meningkatnya sikap egois, serta melemahnya keutuhan bangsa akibat lunturnya semangat kebersamaan dan cinta tanah air.

 

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

 

Dalam kehidupan di rumah, saya menerapkan sila keempat dengan tidak memaksakan keinginan pribadi kepada kakak, adik, maupun orang tua. Kami selalu bermusyawarah dalam pembagian tugas, termasuk ketika membagi tugas untuk membersihkan rumah.

 

Di lingkungan kampus, saya juga menerapkannya dengan memilih ketua tingkat melalui pemungutan suara atau musyawarah. Dengan demikian, setiap orang memiliki kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan.

 

Jika saya tidak menerapkan sila keempat, berarti saya belum memiliki jiwa bermusyawarah dan kurang menghargai pendapat orang lain. Akibatnya, dapat timbul konflik, hilangnya budaya musyawarah, serta munculnya sikap egois yang memaksakan kehendak tanpa menghargai hak dan suara orang lain.

 

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

 

Saya menerapkan sila kelima dengan berusaha bersikap adil kepada sesama, menghormati hak dan kewajiban orang lain, bekerja keras, serta bergotong royong tanpa memandang status sosial demi tercapainya kesejahteraan bersama.

 

Dalam kehidupan sehari-hari, saya menerapkannya dengan memberikan uang jajan kepada adik-adik dalam jumlah yang sama, bersikap adil kepada siapa saja tanpa pilih kasih, serta mengerjakan tugas piket bersama-sama tanpa mengandalkan satu atau dua orang saja.

 

Jika saya tidak mengamalkan sila kelima dalam kehidupan sehari-hari, berarti saya belum memiliki jiwa keadilan. Akibatnya, saya dapat menjadi pribadi yang serakah dan tidak peduli terhadap hak orang lain. Oleh karena itu, saya berharap dapat terus menerapkan nilai-nilai keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

 

Penutup

 

Dari kelima sila Pancasila tersebut, saya menyadari bahwa Pancasila memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku saya sebagai mahasiswa. Penerapan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, kampus, maupun masyarakat. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, saya berharap dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab, santun, adil, serta mampu memberikan pelayanan yang baik dan profesional kepada masyarakat sebagai calon tenaga kebidanan.

Berita Terkait

Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Kapolsek Buay Madang Timur Pimpin Anev Tupoksi dan Berikan Pengarahan Tegas ke Anggota
Cegah Karhutla dan ISPA, Kapolsek Buay Madang Timur Gencarkan Safari Jumat dan Bagi Masker Gratis
APHI, Pemprov Sumsel dan Mitra APP Group Libatkan 80 Relawan Bagikan 8.000 Masker
Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara
Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati
Jamin Hak Pendidikan Bagi WBM, Rutan Kelas IIB Baturaja Jalin Kerjasama Dengan PKBM
Fadli Zon Minta Cagar Budaya Harus Inovasi Dengan Teknologi Untuk Menarik Masyarakat 

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:02 WIB

Tingkatkan Pelayanan Kamtibmas, Kapolsek Buay Madang Timur Pimpin Anev Tupoksi dan Berikan Pengarahan Tegas ke Anggota

Jumat, 11 September 2026 - 19:57 WIB

Cegah Karhutla dan ISPA, Kapolsek Buay Madang Timur Gencarkan Safari Jumat dan Bagi Masker Gratis

Jumat, 11 September 2026 - 18:12 WIB

Ampera Sah jadi Cagar Budaya Nasional, Pemkot Palembang Fokus Tata Menara

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

Kejari Pagar Alam Kebut Penyidikan Dugaan Korupsi KUR Bank Sumsel Babel, Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Jumat, 11 September 2026 - 18:10 WIB

Desmon Simanjuntak Desak Kapolda Sumsel Segera Limpahkan Perkara Dugaan Penipuan dan Penggelapan ke Kejati

Berita Terbaru