Nama: Yunita Krisna Damayanti
NIM : PO7124126097
Prodi : D-III Kebidanan
Mengamalkan Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagi saya sebagai mahasiswa, Pancasila bukan hanya sesuatu yang dipelajari dalam mata kuliah, tetapi juga nilai yang harus diterapkan melalui tindakan nyata. Pengamalan Pancasila dapat dimulai dari hal-hal sederhana, baik ketika berada di lingkungan kampus maupun saat bersama keluarga di rumah.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya amalkan dengan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang saya anut. Di lingkungan kampus, saya berusaha tetap melaksanakan kewajiban beribadah di tengah kesibukan mengikuti perkuliahan. Saya juga menghargai teman-teman yang memiliki agama dan keyakinan berbeda dengan saya. Ketika ada teman yang sedang menjalankan ibadah, saya berusaha menghormati dan tidak mengganggunya. Di lingkungan keluarga, saya membiasakan diri untuk berdoa dan bersyukur serta menghormati anggota keluarga dalam menjalankan ibadahnya. Menurut saya, perbedaan keyakinan bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kesempatan untuk belajar menghargai satu sama lain.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan berusaha memperlakukan orang lain dengan baik dan menghargai setiap manusia. Di kampus, misalnya, ketika ada teman yang mengalami kesulitan dalam memahami materi perkuliahan, saya berusaha membantu jika saya mampu. Saya juga berusaha tidak mengejek atau merendahkan teman karena kekurangan, penampilan, kemampuan akademik, maupun kondisi ekonominya. Di lingkungan keluarga, saya menerapkannya dengan menghormati orang tua, menyayangi anggota keluarga, membantu ketika ada yang membutuhkan, serta berbicara dengan sopan. Dari hal tersebut, saya belajar bahwa sikap kemanusiaan dapat dimulai dari cara kita memperlakukan orang-orang terdekat.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya amalkan dengan menjaga hubungan baik dengan teman-teman di kampus meskipun kami memiliki perbedaan karakter, daerah asal, pendapat, dan kebiasaan. Ketika mengerjakan tugas kelompok, saya berusaha bekerja sama dan tidak membeda-bedakan teman. Jika terjadi perbedaan pendapat, saya mencoba menyelesaikannya dengan komunikasi yang baik agar tidak menimbulkan konflik. Di keluarga, saya juga berusaha menjaga kerukunan dengan tidak memperbesar masalah kecil dan ikut menjaga hubungan baik antaranggota keluarga. Bagi saya, persatuan tidak berarti harus selalu memiliki pendapat yang sama, tetapi mampu tetap bersama meskipun terdapat perbedaan.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan ketika mengikuti kegiatan dan diskusi di kampus. Dalam kerja kelompok, saya belajar mendengarkan pendapat teman dan tidak memaksakan keinginan saya sendiri. Jika terdapat beberapa pilihan dalam menentukan tugas atau mengambil keputusan, kami berusaha berdiskusi dan mencari jalan keluar yang disepakati bersama. Di lingkungan keluarga, saya juga belajar menyampaikan pendapat dengan sopan dan mendengarkan pendapat anggota keluarga lainnya. Saya menyadari bahwa setiap orang memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, sehingga keputusan sebaiknya tidak hanya berdasarkan keinginan satu orang.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya amalkan dengan berusaha bersikap adil dan bertanggung jawab. Di kampus, ketika mengerjakan tugas kelompok, saya tidak ingin hanya satu atau dua orang yang bekerja sementara anggota lainnya tidak berkontribusi. Karena itu, saya berusaha membagi tugas secara adil dan menyelesaikan bagian yang menjadi tanggung jawab saya. Saya juga berusaha menghargai hak teman dan tidak mengambil keuntungan dari orang lain. Di lingkungan keluarga, saya menerapkannya dengan membantu pekerjaan rumah dan tidak hanya mengandalkan anggota keluarga lainnya. Saya percaya bahwa keadilan dapat dimulai dari kesediaan setiap orang untuk melaksanakan kewajibannya.
Dari berbagai contoh tersebut, saya menyadari bahwa pengamalan Pancasila tidak harus selalu berupa tindakan besar. Sebagai mahasiswa, saya dapat mengamalkannya melalui sikap sederhana, seperti menghormati perbedaan agama, membantu teman, menjaga persatuan, bermusyawarah, bersikap adil, dan bertanggung jawab. Begitu pula di dalam keluarga, nilai-nilai Pancasila dapat diterapkan melalui rasa hormat, kasih sayang, kerja sama, dan kepedulian terhadap anggota keluarga.
Dengan menerapkan Pancasila dalam kehidupan kampus dan keluarga, saya belajar menjadi pribadi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki sikap dan karakter yang baik. Saya menyadari bahwa Pancasila akan lebih bermakna apabila tidak hanya dihafalkan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, saya akan terus berusaha menerapkan nilai-nilai Pancasila mulai dari diri sendiri, keluarga, kampus, hingga lingkungan masyarakat.










