Nama : Zerina Amanda
Prodi : D-3 Kebidanan
Penerapan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari
Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang berisi nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurut saya, Pancasila bukan hanya untuk dipelajari di sekolah atau di kampus, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat hidup rukun dengan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menerapkan nilai-nilai pancasila.
1. Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Saya pernah membantu menjaga anak seorang pendeta ketika beliau sedang memimpin ibadah di gereja. Saya melakukan hal tersebut agar beliau dapat beribadah dengan tenang dan khidmat. Walaupun kami memiliki perbedaan agama, saya tetap menghormati kegiatan ibadah yang sedang berlangsung. Menurut saya, sikap saling menghargai antarumat beragama merupakan salah satu bentuk pengamalan sila pertama pancasila. Jika kita tidak saling menghormati antar umat beragama, dapat muncul sikap intoleransi, perselisihan, bahkan perpecahan di lingkungan masyarakat.
2. Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Saat mendapat jadwal piket kelas, saya selalu berusaha menjalankan tugas sesuai dengan pembagian yang telah disepakati. Saya tidak membiarkan teman mengerjakan tugas saya, karena setiap orang memiliki tanggung jawab yang sama. Menurut saya, bersikap adil dan bertanggung jawab merupakan bentuk menghargai sesama. Jika ada yang tidak menjalankan tugasnya, beban pekerjaan akan menjadi tidak adil dan dapat menimbulkan rasa kecewa atau konflik di antara teman.
3. Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Di kelas, saya berteman dengan teman-teman yang berasal dari daerah yang berbeda. Kami sering berbagi cerita, budaya, dan cara pandang masing-masing. Dari situ saya belajar bahwa walaupun berasal dari daerah yang berbeda, kami tetap bisa saling menghargai dan menjalin pertemanan yang baik. Jika kita tidak menghargai perbedaan, akan mudah muncul rasa saling membeda-bedakan, sehingga persatuan dan kerukunan menjadi terganggu.
4. Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Saat membuat struktur tugas untuk drama mata kuliah Pancasila, kelompok saya melakukan musyawarah terlebih dahulu. Kami saling menyampaikan pendapat dan memilih pembagian tugas berdasarkan kemampuan masing-masing. Dengan begitu, semua anggota merasa didengarkan dan hasil keputusan dapat diterima bersama. Jika keputusan diambil secara sepihak tanpa musyawarah, akan ada anggota yang merasa tidak dihargai dan kerja sama dalam kelompok menjadi kurang baik.
5. Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dalam kehidupan sehari-hari, saya berusaha bersikap adil kepada teman, misalnya tidak memilih-milih saat bekerja sama dalam kelompok dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota untuk menyampaikan pendapat. Menurut saya, bersikap adil dapat menciptakan suasana yang nyaman dan saling menghargai. Jika kita bersikap tidak adil atau membeda-bedakan orang lain, akan timbul rasa iri, ketidakpuasan, dan hubungan dengan orang di sekitar bisa menjadi kurang baik.












