Nama : Widia Vanesa
NIM : PO7124126063
Prodi :D3 Kebidanan
Pancasila sebagai Pedoman dalam Kehidupan Sehari-hari
Nama saya Widia Vanesa, saya merupakan mahasiswa D3 Kebidanan. Sebagai mahasiswa, saya tidak hanya belajar mengenai ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan kebidanan, tetapi juga belajar bagaimana bersikap dan berinteraksi dengan orang lain. Menurut saya, Pancasila memiliki hubungan yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari karena nilai-nilainya dapat diterapkan melalui hal-hal sederhana. Berikut penerapan nilai Pancasila yang saya lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Saya berusaha menjalankan ibadah dan menghargai orang lain yang memiliki keyakinan berbeda karena setiap orang mempunyai hak untuk menjalankan kepercayaannya masing-masing. Saya juga tidak ingin memaksakan keyakinan saya kepada orang lain. Jika sikap saling menghargai ini tidak dilakukan, perbedaan keyakinan dapat menimbulkan konflik, perselisihan, bahkan membuat hubungan antarorang menjadi tidak baik
Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Saya berusaha memperlakukan orang lain dengan baik, menjaga perkataan, serta membantu teman yang sedang membutuhkan bantuan. Saya melakukan hal tersebut karena saya juga ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain. Selain itu, sebagai mahasiswa kebidanan, rasa peduli terhadap sesama menurut saya merupakan sikap yang penting untuk dimiliki. Jika kita tidak memiliki rasa kemanusiaan, kita bisa menjadi pribadi yang tidak peduli terhadap kesulitan orang lain dan mudah menyakiti perasaan orang lain melalui perkataan maupun tindakan.
Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Saya berusaha menjaga hubungan baik dengan teman walaupun kami memiliki karakter, kebiasaan, dan pendapat yang berbeda. Saya melakukan hal ini karena perbedaan merupakan sesuatu yang wajar dan tidak seharusnya menjadi alasan untuk bermusuhan. Jika tidak ada rasa persatuan, perbedaan kecil saja dapat menjadi masalah dan membuat hubungan dalam kelompok menjadi tidak harmonis.
Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Dalam kegiatan kelompok, saya berusaha mendengarkan pendapat teman dan menyampaikan pendapat saya tanpa memaksakan kehendak. Hal ini saya lakukan agar keputusan yang diambil dapat diterima bersama. Jika setiap orang hanya ingin pendapatnya sendiri yang diterima, tentu akan sulit mencapai kesepakatan dan dapat menimbulkan pertengkaran.
Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Saya berusaha bersikap adil kepada teman dan tidak membeda-bedakan orang. Dalam tugas kelompok, saya juga berusaha menjalankan tanggung jawab sesuai dengan pembagian yang telah disepakati. Saya melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang harus dihargai. Jika keadilan tidak diterapkan, akan muncul rasa iri, tidak dihargai, dan ketidaknyamanan dalam hubungan dengan orang lain.
Dari penerapan kelima sila tersebut, saya menyadari bahwa Pancasila bukan hanya materi yang dipelajari di kelas, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin penerapannya terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara konsisten dapat membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mampu menghargai orang lain.









