Nama : Veady Nur Aisyah
NIM : PO7124126065
Prodi : D3 Kebidanan
5 Sila Pancasila Dalam Kehidupan
Saya Sehari-hari
Nama saya Veady Nur Aisyah, mahasiswa baru Program Studi D3 Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palembang. Bagi saya, Pancasila bukan hanya dasar negara atau materi yang dipelajari di bangku perkuliahan, tetapi juga menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila mengajarkan saya untuk bersikap lebih baik kepada orang lain, menghargai perbedaan, serta membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar.
Dalam sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya berusaha menjalankan ibadah sesuai agama yang saya anut dan menghormati teman yang memiliki keyakinan berbeda. Saya melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak untuk menjalankan ibadahnya dengan tenang dan saling menghormati dapat menciptakan kerukunan. Jika nilai ini tidak diterapkan, maka dapat muncul sikap intoleransi dan perpecahan di tengah masyarakat.
Pada sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya membiasakan diri untuk bersikap sopan, membantu teman yang kesulitan, dan tidak membeda-bedakan orang lain. Saya melakukan hal tersebut karena manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan. Jika nilai kemanusiaan tidak diterapkan, maka sikap peduli dan rasa empati akan berkurang sehingga hubungan antarindividu menjadi kurang harmonis.
Dalam sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya menjaga hubungan baik dengan teman-teman yang berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda. Saya menyadari bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekayaan yang harus dihargai. Jika persatuan tidak dijaga, maka dapat timbul perpecahan dan konflik yang merugikan banyak pihak.
Pada sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya berusaha menghargai pendapat orang lain dan menerima hasil musyawarah dalam diskusi kelompok. Saya melakukan hal tersebut karena keputusan bersama biasanya akan menghasilkan solusi yang lebih baik. Jika musyawarah tidak diterapkan, maka dapat terjadi perselisihan dan sikap mementingkan diri sendiri.
Terakhir, pada sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya berusaha bersikap adil kepada semua teman dan tidak memilih-milih dalam berteman. Saya melakukan hal tersebut karena setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan dengan baik. Jika nilai keadilan tidak diterapkan, maka dapat muncul kesenjangan, diskriminasi, dan rasa tidak nyaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui penerapan nilai-nilai Pancasila tersebut, saya menyadari bahwa hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari memiliki pengaruh besar dalam menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis. Oleh karena itu, saya ingin terus menerapkan nilai-nilai Pancasila agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain.







