Pemprov Rencanakan Pos Pengisian Oksigen, Gratis!

- Redaksi

Kamis, 29 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumsel, Herman Deru, saat meninjau ketersediaan oksigen di Pelabuhan Boom Baru Palembang. (Photo: Reza Mardiansyah)

Gubernur Sumsel, Herman Deru, saat meninjau ketersediaan oksigen di Pelabuhan Boom Baru Palembang. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel), berencana mendirikan pos pengisian oksigen gratis yang diperuntukkan bagi warga. Hal ini dikatakan Gubernur Sumsel, Herman Deru, Kamis (29/7/2021).

Kata Deru, pos pengisian oksigen gratis ini untuk memberikan kemudahan akses kepada masyarakat umum yang membutuhkan pasokan oksigen, sekaligus sebagai bukti stok di Sumsel dalam kondisi aman dan terkendali. Rencananya, lokasi pengisian dipusatkan di PT Pusri.

“Nanti silahkan warga yang membutuhkan oksigen, bawa tabung ke Pusri. Isi tabungnya sesuai kebutuhan masing-masing secara gratis, tanpa bayar. Kita akan buat pos Dinas Kesehatan bekerjasama dengan PT Pusri,” kata Deru.

Lanjut Deru, melimpahnya stok oksigen milik Sumsel menjadikan banyak daerah yang berkirim surat untuk meminta oksigen. Seperti diketahui, Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Timur juga telah melakukan komunikasi minta kiriman pasokan oksigen dari Sumsel.

Permintaan ini semata untuk memenuhi kebutuhan penanganan COVID-19. Ada juga tiga daerah yang dari pulau Sumatera yakni Provinsi Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Barat.

“Malam tadi, (Rabu (28/7/2021) kita kirim ke Lampung sebanyak 12 ton. Sebab, Lampung membutuhkan sesegera mungkin. Kita bersyukur bisa saling membantu dalam penanganan Covid 19 di Indonesia. Sebelumnya Jabar. Lanjut Jatim juga butuh pasokan oksigen dari Sumsel,” ungkap Deru.

Di tempat berbeda, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel, Lesty Nuraini menambahkan, pendistribusian oksigen di Rumah Sakit (RS) dan Fasilitas Kesehatan (Faskes) lainnya sesuai dengan kebutuhan.

“Ya kita sudah mendistribusikan untuk RS dan Faskes sesuai dengan kebutuhan penanganan Pasien COVID-19,” katanya.

Menurut Lesty, kebutuhan oksigen di Sumsel hanya berkisar 25 ribu ton. Apalagi semenjak kembali meningkatnya kasus COVID-19 di Sumsel kebutuhan oksigen mengalami fluktuatif tergantung peningkatan kasus dan pemakaian di Rumah Sakit.

“Untuk permintaan dari daerah lain memang sudah ada seperti yang dijelaskan Gubernur. Namun kita hanya memberikan Oksigennya saja, mereka harus menyiapkan Iso Tank (Tabung Oksigen) sendiri. Jadi besaran yang diberikan sesuai dengan iso Tank yang mereka kirimkam,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Wujudkan Zona Zero Begal, Timsus Macan Putih Polsek Buay Madang Timur Intensifkan Patroli Malam
Duduk Bareng di Ladang, Kapolsek Buay Madang Timur Serap Aspirasi Petani Jagung
Dokter Muda Ribut Dengan Mertuanya Sudah Dimediasi Damai Secara Kekeuargaan
Kuasa Hukum Korban Nilai Unsur Penggelapan dalam Jabatan Ok­lina Zurhayati Terpenuhi
Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel
Karyawan Toko Mas Indah Didakwa Gelapkan Uang, Kerugian Pemilik Ditaksir Rp900 Juta
Titin Rita Lestari dan Angga Didakwa, Dugaan Pengurangan Temuan Smartboard Diungkap KPK

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Wujudkan Zona Zero Begal, Timsus Macan Putih Polsek Buay Madang Timur Intensifkan Patroli Malam

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:43 WIB

Duduk Bareng di Ladang, Kapolsek Buay Madang Timur Serap Aspirasi Petani Jagung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Dokter Muda Ribut Dengan Mertuanya Sudah Dimediasi Damai Secara Kekeuargaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:52 WIB

Kuasa Hukum Korban Nilai Unsur Penggelapan dalam Jabatan Ok­lina Zurhayati Terpenuhi

Berita Terbaru