Pemimpin Ideal Kota Palembang Harus Paham Kondisi

- Redaksi

Sabtu, 3 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi publik bertajuk, Siapo Pemimpin Ideal Palembang? Dengan tema, mengkaji aspek aspek terkait penyelenggaraan Pilkada melalui sudut pandang demokrasi, partisipasi politik masyarakat, serta pemetaan situasi politik terhadap penyelenggaraan Pilkada serentak 2024.

Diskusi publik bertajuk, Siapo Pemimpin Ideal Palembang? Dengan tema, mengkaji aspek aspek terkait penyelenggaraan Pilkada melalui sudut pandang demokrasi, partisipasi politik masyarakat, serta pemetaan situasi politik terhadap penyelenggaraan Pilkada serentak 2024.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Community Political Consultan menggelar diskusi publik bertajuk, Siapo Pemimpin Ideal Palembang?. Dengan tema, Mengkaji aspek aspek terkait penyelenggaraan Pilkada melalui sudut pandang demokrasi, partisipasi politik masyarakat, serta pemetaan situasi politik terhadap penyelenggaraan Pilkada serentak 2024, bertempat di Hotel The Zuri, Sabtu (3/7/2021) sore.

Anggota DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli mengatakan, kenapa diskusi ini muncul karena ini berawal dari kegelisahan sebagian warga Palembang. Kenapa gelisah, karena saat ini sudah sangat tidak normal lagi ketika rakyat mencari di mana pemimpinnya dan pemimpinnya pada saat ini tidak ada di tempat ini.

“Kondisi kita yang kedua ini adalah bentuk kecintaan kita bahwa kita orang Palembang ini menginginkan sosok ke depan yang lebih baik lagi. Siapa pun nantinya akan memimpin kota ini punya rasa memiliki,” katanya.

Menurut Politisi Partai PKS Sumsel ini, siapapun pemimpin kota Palembang ke depan, kalau bicara tentang perizinan harus didiskusikan dengan teman-teman pengusaha. Artinya masih belum seperti apa kota modern.

“Palembang Kota modern harusnya perizinan itu dipermudah. Dengan beberapa penghargaan yang sering diterima tapi kenyataan yang ada, kita masih berlarut-larut dan birokrasinya terlalu panjang. Ini yang kemudian tidak sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Pemimpin Kota Palembang ke depan, diharapkan dapat membuat Palembang menjadi lebih baik lagi dari segi pelayanan kepada masyarakat,” terangnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel, Giri Ramanda Kiemas mengatakan, diskusi publik ini sangat menarik. Karena bicara isu-isu membaca siapa pemimpin ideal Kota Palembang ke depan.

“Diskusi ini bagus karena mendengarkan pendapat dari stakeholder yang ada tentang Kota Palembang hari ini, dan bisa menjadi bahan diskusi selanjutnya ke depan mau seperti apa Kota Palembang ini,” ujarnya.

Menurut Giri, pemimpin yang ideal untuk Kota Palembang adalah sosok yang mengerti Kota Palembang. Kedua, memiliki program untuk kesejahteraan masyarakat dan bisa mengayomi masyarakat.

“Itulah syarat menjadi Walikota Palembang yang baik. Jadi tahu kota Palembang, tahu bagaimana mengatasi permasalahan kota Palembang, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Palembang,” bebernya.

Ketika ditanya mulai banyak sosok yang bermunculan yang siap maju di Pilkada Kota Palembang, Giri menuturkan, untuk figur yang bermunculan sekarang figur semuanya masih pencitraan. Pada tahun 2023 mereka mulai bicara program programnya .

“Mudah mudahan apa yang dicitrakan, itu yang dilaksanakan. Kan kita punya perjalanan, apa yang kita citrakan hari ini. Begitu terpilih jangan lupa apa yang dijalani masa lalu. Itulah beratnya kalau membuat pencitraan, jika bukan karakternya tapi karena hanya ingin menang melakukan sesuatu. Setelah menang lupa yang pernah dicitrakannya,” paparnya.

“Siapapun Walikota Palembang ke depan. Buatlah program yang benar benar dibutuhkan masyarakat. Sehingga keberhasilannya itu akan terus diingat oleh masyarakat,” tambah Giri.

Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel Herpanto menuturkan, diskusi tentang pemimpin kota Palembang ini menarik.

“Kita harapkan kalau kata pembicara tadi ada 24 episode. Ini harus betul-betul melangkah naik apa yang diperoleh dari diskusi ini akan memunculkan ketokohan, yang diharapkan muncul sebagai calon kandidat kuat pemimpin kota Palembang,” katanya.

“Calon pemimpin yang ideal kota Palembang, sebenarnya sederhana. Dia tahu apa potensi yang terkandung di kota Palembang. Kemudian dia tahu, apa dampak akibat pembangunan kota Palembang. Masalah ekonomi politik sosial budaya ini adalah potensi yang terjadi perubahan termasuk perubahan-perubahan yang berdampak, seperti biasanya hilangnya usaha di bidang pertanian. Kemudian terjadinya urbanisasi penduduk. Itu masalah tapi dari masalah ini akan menimbulkan potensi-potensi ekonomi dan lapangan pekerjaan,” bebernya.

“Penambahan jumlah penduduk, kemungkinan akan berdampak kepada persoalan-persoalan kehidupan sehari-hari. Ada banjir, ada saluran yang mampet dan lain sebagainya. Tapi bagi walikota yang kreatif ini suatu potensi untuk dikembangkan,” bebernya.

Diskusi publik ini dihadiri Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumsel H Giri Ramanda Kiemas, Sekretaris DPD PAN Sumsel H Joncik Muhammad, Sekretaris DPD Partai Golkar Sumsel Herpanto, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD Hanura Sumsel Qodri Usman, dan Perwakilan Partai PKS Sumsel Mgs Syaiful Padli dan pengamat politik Bagindo Togar serta host Novembriono. (Nat)

Berita Terkait

Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir
Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Glumbang Kabupaten Muara Enim
Kunjungan Kerja KOMISI III DPRD Prov. Sumsel ke Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya untuk Perkuat Kredit Produktif dan Layanan Digital
Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan Lakukan Kunjungan Kerja ke Dinas Kominfo Provinsi Lampung, Bahas Transformasi Digital hingga Sumsel Zero Blank Spot
Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tinjau Optimalisasi Pemerintahan Desa dan Penataan Batas Wilayah di Desa Marga Sungsang, Kabupaten Banyuasin
Ketua DPRD Sumsel Terima Silaturahmi Danlanud Sri Mulyono Herlambang, Perkuat Sinergi Demi Stabilitas dan Pembangunan Daerah
DPRD Sumsel Soroti Dana Bagi Hasil Pusat ke Daerah Rp 1,2 Triliun
Kunjungan Kerja Pansus Perkebunan DPRD Provinsi Sumatera Selatan ke Satgas PKH di Jakarta

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:05 WIB

Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:00 WIB

Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Glumbang Kabupaten Muara Enim

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:10 WIB

Kunjungan Kerja KOMISI III DPRD Prov. Sumsel ke Bank Sumsel Babel Cabang Inderalaya untuk Perkuat Kredit Produktif dan Layanan Digital

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:08 WIB

Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan Lakukan Kunjungan Kerja ke Dinas Kominfo Provinsi Lampung, Bahas Transformasi Digital hingga Sumsel Zero Blank Spot

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:55 WIB

Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Selatan Tinjau Optimalisasi Pemerintahan Desa dan Penataan Batas Wilayah di Desa Marga Sungsang, Kabupaten Banyuasin

Berita Terbaru

Sumsel

Penerapan Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:16 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari Saya

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:10 WIB

Sumsel

Pancasila dalam Langkah-Langkah Kecil Kehidupan

Sabtu, 8 Agu 2026 - 23:36 WIB