Pemijahan Benih Ikan, Solusi BBI saat Cuaca Ekstrem

- Redaksi

Jumat, 17 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BBI Pagar Alam, Rohman, mengecek kondisi benih ikan emas, yang saat ini tengah dipindahkan ke bak pemijahan. (Photo: Delta Handoko)

Kepala BBI Pagar Alam, Rohman, mengecek kondisi benih ikan emas, yang saat ini tengah dipindahkan ke bak pemijahan. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Cuaca ekstrem serta curah hujan cukup tinggi yang kerap terjadi di wilayah Kota Pagar Alam dalam sepekan terakhir, turut menganggu pembenihan atau budidaya benih ikan di UPTD Balai Benih Ikan (BBI). Langkah antisipasi pun telah dilakukan BBI, dengan cara melakukan pemindahan benih ikan ke lokasi bak pemijahan.

“Cuaca ekstrem memang kerang jadi momok bagi kita dalam budidaya benih ikan. Makanya, berkaca dan belajar dari pengalaman, kita menyiasatinya dengan melakukan pemindahan benih ikan ke bak pemijahan,” ujar Kepala BBI Kota Pagar Alam Rohman,Jum’at (17/9/2021).

Diakui Rohman, setelah benih ikan berusia 12 hari, pasca dilakukan pemijahan di bak, baru ditebar ke dalam kolam, dengan menyesuaikan jumlah tebar benih ikan.

“Kalau benih ikan nila, dengan kondisi cuaca ekstrem masih kuat bertahan. Tapi untuk jenis benih ikan mas dan koi, cuaca ekstrem harus ekstra penanganan,” ungkapnya.

Melihat sedikit kondisi ke belakang, dengan kondisi cuaca ekstrem, kata Rohman, sempat terjadi kegagalan dalam pembiakan benih ikan. Tapi belajar dari pengalaman yang telah lalu, baru mendapatkan solusi untuk mengatasi cuaca esktrem.

“Sejauh ini, upaya pemijahan benih yang kita lakukan berjalan cukup efektif. Bagian atap di lokasi bak pemijahan, tetap kita berikan pakan alami, sehingga benih ikan masih tetap terlindungi,” sebutnya.

Mengenai jumlah panen benih ikan, bila di kondisi cuaca ekstrem, tingkat panen benih memang mengalami pengurangan, bila dibandingkan dengan cuaca normal.

“Produksi benih tetap, tapi dalam kategori yang biasanya panen benih ikan bisa menengah, kalau cuaca ekstrem bisa di bawah menengah,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah
Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi
Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi
Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas
Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor
Puluhan Hektar Lahan Area Bandara Atung Bungsu Jadi Santapan Si Jago Merah, Armada STN Turut Berjibaku Lakukan Pemadaman
Ratusan Pendaftar Siap Pecahkan Rekor Bentangkan 2026 Meter Sang Saka Di Atap Dempo 
Pemkot Pagar Alam Dukung Pecahkan Rekor di Atas Awan! Bentang Bendera 2026 Meter di Puncak Dempo

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

Berita Terbaru