Pemerintah Sumsel Siapkan Program Peremajaan Kelapa untuk Dongkrak Produksi

- Redaksi

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Havizman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (14/10/2025). Foto: Tia

Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Havizman saat diwawancarai di ruang kerjanya, Selasa (14/10/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mendorong program peremajaan tanaman kelapa sebagai langkah strategis untuk memperkuat industri hilir dan menjaga ketersediaan bahan baku yang stabil.

Kepala Bidang Produksi Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Havizman mengatakan saat ini luas areal perkebunan kelapa di provinsi tersebut mencapai sekitar 68 ribu hektare, dengan wilayah terluas berada di Kabupaten Banyuasin.

“Sekitar 72 persen dari total areal kelapa di Sumsel berada di Kabupaten Banyuasin. Sebagian besar tanaman kelapa di Banyuasin masih produktif, namun sebagian lainnya sudah tergolong tua sehingga memerlukan peremajaan,” ujar Havizman, Selasa (14/10/2025).

Ia menjelaskan dari total luas lahan sekitar 30 ribu hektare masih produktif, sedangkan sekitar 7.000 hektare masuk kategori tanaman tua.

“Kondisi ini menjadi tantangan karena di sisi lain permintaan pasar terhadap kelapa terus meningkat. Artinya, ada peluang ekonomi yang besar bagi petani,” jelasnya.

Ia mengatakan program peremajaan kelapa sebenarnya sudah dijalankan melalui dukungan Direktorat Jenderal Perkebunan dengan usulan dari kelompok tani.

Namun, minat petani untuk melakukan replanting masih terbatas karena masa produktif kelapa yang relatif panjang, yakni sekitar lima hingga enam tahun.

“Banyak petani beralih ke komoditas lain seperti kelapa sawit yang lebih cepat menghasilkan dan nilai jualnya lebih pasti,” katanya.

Meski demikian, ia berharap meningkatnya ekspor produk kelapa dan berkembangnya industri hilir bisa menjadi daya tarik baru bagi petani untuk kembali menanam kelapa.

“Tumbuhnya industri pengolahan akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Ini diharapkan bisa mendorong minat petani tanpa harus ada paksaan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan jika tahun ini pemerintah berencana melakukan peremajaan tanaman kelapa seluas 100 hektare di Banyuasin menggunakan varietas kelapa dalam.

Program tersebut juga akan memanfaatkan sumber benih unggul lokal yang tersedia di wilayah itu.

“Banyuasin memiliki potensi sumber benih kelapa yang cukup besar, mencapai 100 ribu butir per tahun. Ini bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan petani yang mengusulkan peremajaan,” ungkap dia.

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Ketahanan Pangan dan Pendidikan Masyarakat melalui Program Pemberdayaan di Kemang Agung
Aksi di Kejati Sumsel, SIRA–PST Desak Usut Aliran Dana Rp400 Juta dalam Kasus PUPR Muara Enim
Urai Macet di Jalur Betung, Dishub Sumsel Berlakukan Rekayasa Arus dan Larangan Truk Mulai 13 Maret
Atasi Keluhan Jalan Bergelombang, Tol Kayu Agung Siap Sambut Mudik 2026 dengan Diskon Tarif 30 Persen
Motor Milik Irpansyah Raib Didepan Counternya Sendiri
Saksi Sebut Minyak Milik Ibrahim, Kapal Diduga Milik Habibi dalam Sidang PMH di PN Palembang
BI Sumsel Hadirkan Layanan Penukaran Uang di Masjid Agung Palembang pada 9–12 Maret 2026
Pria di Kertapati Palembang Tewas Ditusuk, Pelaku Masih Diburu

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:12 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Ketahanan Pangan dan Pendidikan Masyarakat melalui Program Pemberdayaan di Kemang Agung

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:57 WIB

Aksi di Kejati Sumsel, SIRA–PST Desak Usut Aliran Dana Rp400 Juta dalam Kasus PUPR Muara Enim

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:40 WIB

Urai Macet di Jalur Betung, Dishub Sumsel Berlakukan Rekayasa Arus dan Larangan Truk Mulai 13 Maret

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:37 WIB

Atasi Keluhan Jalan Bergelombang, Tol Kayu Agung Siap Sambut Mudik 2026 dengan Diskon Tarif 30 Persen

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:38 WIB

Saksi Sebut Minyak Milik Ibrahim, Kapal Diduga Milik Habibi dalam Sidang PMH di PN Palembang

Berita Terbaru