Pembenihan Ikan Harus Sesuai Metodologi

- Redaksi

Kamis, 16 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta melakukan pengamatan telur ikan Mas hasil kawin suntik yang menempel di backstroke. (Photo: Delta Handoko)

Peserta melakukan pengamatan telur ikan Mas hasil kawin suntik yang menempel di backstroke. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Hari kedua pelatihan budidaya perikanan air tawar, anggota pokdakan melakukan pengamatan kawin suntik terhadap indukan ikan Mas. Alhasil, Indukan menhasilkan telur dengan jumlah yang tak sedikit.

Dikatakan Kabid Pemberdayaan dan Pengelolan Perikanan  Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Pagar Alam Okta Novianto, pada pelatihan ini anggota pokdakan melihat lansung tehnik pembenihan memperbanyak benih ikan dengan kawin suntik.

“Dari tiga indukan setelah dilakukan penghitungan didapat berat telur 900 gram dari tiga ekor indukan betina. Dalam satu gramnya terdapat 600 butir telur jadi jika dikalikan mengasilkan sekitar 540.000 telur,” terang Okta, Kamis (16/12/2021).

Ia merinci, jika diasumsikan persentase terbuahi sebesar 62 persen, maka 334.800 telur dimungkinkan menetas. “Kendati demikian, kepada pembudidaya ikan hasil pembenihan harus sesuai metodologi,” ujar Okta.

Dikatakanya, besar harapan dengan ilmu pengetahauan yang diberikan kepada petani ikan tidak lagi menggunakan perkiraan-perkiraan (kirologi). Tetapi tetap mempedomani perhitungan analisa ilmu pengetahuan.

“Hal ini agar petani dapat memperhitungkan strategi bisnis dan usaha yang tepat dan jelas,” beber dia.

Ditambahkan Paino, instruktur pelatihan budidaya perikanan air tawar dari BPBAT SG Jambi menyampaikan, untuk metode kawin suntik pada indukan ikan cukup singkat menghasil benih ikan.

“Contohnya, indukan usai kawin suntik hanya butuh waktu 6 hingga 8 jam menghasilkan telur yang siap dipijah. Selanjutnya dalam waktu dua atau tiga hari telur bisa menjadi anakan. Sisi lain, petani harus cermat beberapa faktor mempengruhi proses pemijahan seperti suhu dan PH air dan iklim,” imbuhnya. (ANA)

Berita Terkait

Tergiur Untung Besar, Pria 29 Tahun Simpan 2,3 Kg Ganja di Kost dan Kena Gerebek
Disiplin Berbuah Manis, 140 Warga Binaan Lapas Kelas III Pagar Alam Terima Remisi Umum HUT RI Ke-81
Helen Purnama Sari, Putri Pagar Alam Jadi Wasit Bulu Tangkis Kelas Dunia dan Wanita Pertama di Sumsel Raih Predikat Terbaik Asia
Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah
Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi
Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi
Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas
Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Disiplin Berbuah Manis, 140 Warga Binaan Lapas Kelas III Pagar Alam Terima Remisi Umum HUT RI Ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Helen Purnama Sari, Putri Pagar Alam Jadi Wasit Bulu Tangkis Kelas Dunia dan Wanita Pertama di Sumsel Raih Predikat Terbaik Asia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi

Berita Terbaru