Pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat Digenjot

- Redaksi

Senin, 24 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA). Foto: Pemprov Sumsel

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA). Foto: Pemprov Sumsel

SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong percepatan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA).

Gubernur Sumsel Herman Deru keberadaan pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri akan menentukan daya saing KEK TAA di masa mendatang.

“Kalau pelabuhan terlalu jauh, rantai logistik menjadi panjang dan biaya meningkat. Kita ingin itu dipangkas agar investasi di kawasan ini lebih kompetitif,” ujar Deru, Senin (24/11/2025).

Pihaknya saat ini memastikan kesiapan infrastruktur, termasuk pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat yang ditargetkan menjadi simpul logistik utama kawasan.

Ia menuturkan kemudahan logistik menjadi syarat penting untuk menarik industri, terutama sektor yang berorientasi ekspor.

“KEK TAA sudah dirancang untuk menampung industri yang punya pasar global. Karena itu pelabuhan harus hadir, dan hadirnya bukan nanti-nanti,” tuturnya.

Ia menyebut bahwa percepatan proyek akan terus dikawal bersama pemerintah pusat dan pihak pengembang.

“Kita ingin ada progres nyata. Saya minta seluruh pihak yang terlibat jangan menunda pekerjaan yang sudah bisa dikerjakan sekarang,” ucapnya.

Selain fokus pada pelabuhan, Deru turut meninjau fasilitas pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di dalam kawasan.

Fasilitas yang sudah beroperasi itu menangani limbah medis dan limbah industri dari berbagai daerah di Sumsel.

Ia menilai keberadaan fasilitas tersebut menandakan kesiapan KEK TAA dalam menyediakan layanan yang dibutuhkan industri.

“Ini penting sekali, karena industri sekarang tidak hanya bicara produksi, tetapi juga bagaimana mengelola limbahnya. Kita sudah punya fasilitas yang memenuhi aturan,” imbuhnya.

Ia mengatakan bahwa pengelolaan limbah secara mandiri memberikan efisiensi bagi pelaku usaha.

“Tidak perlu lagi kirim ke luar daerah, yang berarti mengurangi biaya dan risiko. Ini bagian dari upaya kita menciptakan ekosistem industri yang lengkap,” katanya.

Pihaknya berharap percepatan pembangunan pelabuhan dan penguatan fasilitas pendukung dapat membawa KEK TAA segera memasuki fase operasional penuh, sehingga mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita ingin kawasan ini benar-benar hidup, memberi manfaat, dan menjadi pusat kegiatan industri baru di Sumatera Selatan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tak Berkutik! Polres Pagar Alam Gerebek Dua Lokasi, Sabu 1,47 Gram dan Senjata Tajam Diamankan
‎Diduga Ada Kios Tak Sesuai Peruntukan, Pemkab OKI Gandeng Kejaksaan Tertibkan Pasar Shopping Kayuagung
Cegah Karhutla, Unsur Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan
Polsek Buay Madang Timur Gelar ‘Police Goes To School’, Sosialisasikan SMA Kemala Taruna Bhayangkara
Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Gaji PPPK Diwacanakan Ditanggung APBN Mulai 2027, Beban APBD Daerah Bisa Berkurang
Fauzi Amro Sebut Gaji PPPK Bakal Ditanggung APBN, Lubuklinggau Butuh Rp 42 Miliar

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Berkutik! Polres Pagar Alam Gerebek Dua Lokasi, Sabu 1,47 Gram dan Senjata Tajam Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:44 WIB

‎Diduga Ada Kios Tak Sesuai Peruntukan, Pemkab OKI Gandeng Kejaksaan Tertibkan Pasar Shopping Kayuagung

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:39 WIB

Cegah Karhutla, Unsur Muspika Buay Madang Timur Gelar Patroli Mitigasi dan Pasang Spanduk Imbauan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Berita Terbaru