Pedagang Hewan Kurban Dilarang Berjualan di Pinggir Jalan

- Redaksi

Selasa, 13 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah hewan kurban yang dijual pedagang. Foto: Tia

Sejumlah hewan kurban yang dijual pedagang. Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan melarang para pedagang menjual hewan kurban di pinggir jalan.

“Kami tidak melegalkan pedagang hewan yang berjualan di pinggir jalan menjelang Idul Adha. Maka juga mengimbau warga untuk membeli hewan kurban dari peternak langsung,” ujar Kepala DKPP Sumsel Ruzuan Effendi, Selasa (13/5/2025).

Ruzuan mengatakan izin lokasi untuk para pedagang hewan kurban tidak dikeluarkan dari Pemprov Sumsel, melainkan dari Pemkot Palembang.

“Namun, dalam peraturan walikota juga sudah ada larangan itu. Karena, kalau jual hewan di pinggir jalan bisa menimbulkan limbah, bau tidak sedap, merusak estetik kota, juga kesehatan hewan dipertanyakan karena tidak tahu asalnya dari mana,” katanya.

Ia menjelaskan pedagang musiman itu tidak memiliki izin untuk menjual hewan kurban di pinggir jalan.

Menurutnya, adanya pedagang musiman itu dapat merugikan para peternak yang telah memelihara dan menjaga kesehatan hewan bertahun-tahun.

“Kami bukan bermaksud melarang masyarakat untuk berusaha, tapi itu lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya,” jelasnya.

Ia menyebut terkait kesiapan hewan kurban di Sumsel untuk Hari Raya Idul Adha 1446 H/2025 mencukupi, yakni sekitar 30 ribuan ekor.

“Jumlah hewan ternak di Sumsel cukup untuk kurban nanti, masyarakat jangan khawatir. Kebutuhan di Palembang berkisar 6 ribu dan keseluruhan di Sumsel mungkin 12 ribu-13 ribuan ekor, dan untuk kambing serta domba juga cukup,” ucap dia.

Berita Terkait

Gubernur Herman Deru Dorong Sultan Muda Jadi Motor Kreativitas dan Pertumbuhan Ekonomi Sumsel
443 Jemaah Haji Kloter Pertama OKU Timur Masuk Asrama Haji Palembang
Motif Pedagang Bacok Jukir di Pasar Jakabaring, Diduga Tersinggung Soal Permintaan Bungkus Barang
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Komitmen Dukung UMKM Binaan Dengan Perluas Akses Promosi
Pria di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan, Disabet Golok dan Celurit
Tak Penuhi Permintaan Uang Rp15 Juta, Lansia di Palembang Jadi Korban KDRT dan Diancam Disiram Air Keras
Dituduh Selingkuh, IRT di Palembang Jadi Korban KDRT dan Dibacok Suami
Rumah Baru, Internet Rumah Makin Praktis: Indosat dan REI Sumatera Selatan Hadirkan HiFi Air di Area Perumahan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 21:45 WIB

Gubernur Herman Deru Dorong Sultan Muda Jadi Motor Kreativitas dan Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

Selasa, 21 April 2026 - 20:32 WIB

443 Jemaah Haji Kloter Pertama OKU Timur Masuk Asrama Haji Palembang

Selasa, 21 April 2026 - 16:43 WIB

Motif Pedagang Bacok Jukir di Pasar Jakabaring, Diduga Tersinggung Soal Permintaan Bungkus Barang

Selasa, 21 April 2026 - 14:58 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Komitmen Dukung UMKM Binaan Dengan Perluas Akses Promosi

Selasa, 21 April 2026 - 14:56 WIB

Pria di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan, Disabet Golok dan Celurit

Berita Terbaru

Empat Lawang

HUT ke-19 Empat Lawang Jadi Momentum Perkuat Arah Pembangunan Daerah

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:37 WIB

443 jemaah calon haji kloter pertama asal Kabupaten OKU Timur yang telah tiba di Asrama Haji Embarkasi Palembang, Selasa (21/4/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

443 Jemaah Haji Kloter Pertama OKU Timur Masuk Asrama Haji Palembang

Selasa, 21 Apr 2026 - 20:32 WIB