Pasang Chip di Kepala Mampu Atasi Parkinson

- Redaksi

Senin, 12 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif (akibat proses penuaan pada sistem saraf) yang mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan motorik dan keseimbangan tubuh. Kondisi tersebut biasanya ditandai dengan tremor, gangguan koordinasi dan kaku otot.

Berdasarkan Data World Health Organization (WHO), menunjukkan insidensi penyakit Parkinson di Asia, yaitu 2-8 kasus per tahun di Cina dan Taiwan. Sedangkan di Singapura dan Jepang terdapat 6-8 kasus per tahun pada rentang usia 60-70 tahun.

Dokter Theresia Christine Rumah Sakit Siloam Sriwijaya menerangkan, umumnya orang yang berumur 60 tahun ke atas berisiko terkena penyakit Parkinson.

“Selain usia, laki-laki lebih rentan terkena Parkinson dibanding wanita. Terakhir efek samping dari mengonsumsi obat

yang mengandung antisikotis,” terang dr Theresia, Senin (12/8/2024).

“Faktor resiko cedera kepala yang berat juga berisiko terkena penyakit Parkinson, ” sambungnya.

Theresia mengungkap bahwa penyebab pasti penyakit ini masih belum diketahui. “Namun, ada yang disebabkan oleh faktor genetik, paparan pestisida, dan lain-lain,” ungkap dr Theresia.

Gejala Parkinson berbeda-beda pada setiap penderitanya. Namun, gejala umum yang kerap dialami oleh penderita antara lain.

Gemetar (tremor), gerakan lambat (bradykinesia), otot kaku, postur tubuh membungkuk, depresi, gangguan menelan, gangguan mengunyah, gangguan berkemih, dan gangguan bicara.

“Penyakit Parkinson ini bersifat progresif, artinya kondisi tersebut dapat berkembang secara perlahan dan memburuk seiring dengan berjalannya waktu,” kata Theresia.

Theresia memberikan beberapa tips untuk penanganan Parkinson, meliputi terapi dopaminergik, terapi bicara serta antidepresan.

“Rutin latihan olahraga untuk menjaga tonus, kekuatan, dan fleksibilitas otot, nah cara yang paling cepat mengatasi Parkinson adalah pemasangan chip pada otak, tetapi pemasangan chip ini penderitanya harus lebih dari empat tahun,”  terang Theresia.

“Jangan baru terkena gejala Parkinson lantas mau langsung pasang chip itu tidak bisa,” tambah Theresia.

Adapun range pemasangan chip di otak kisaran Rp500 hingga Rp600 juta.

“Pemasangan chip ini tidak menyembuhkan secara total, tetapi hanya mampu mengatasi penderitanya,” tutur Theresia.

Associate Director Commercial Siloam Hospitals Group Angelia Agustine menambahkan, hari ini Siloam Hospitals Group menyelenggarakan simposium medis pada tanggal 10 Agustus 2024 dengan topik bertajuk “Exploring Insights in Nephrology and Neurology” dengan menghadirkan sekitar 70 dokter spesialis, dokter umum, dan tenaga medis dari area Palembang dan sekitarnya.

“Adapun tujuan dari simposium ini adalah untuk memperkenalkan, mendiskusikan, dan berbagi informasi terkini tentang perkembangan tatalaksana penyakit Parkinson,” ungkap Angelia.

“Seperti yang dibilang dr Theresia tadi Penyakit Parkinson hingga saat ini penyebab pastinya masih belum diketahui, tetapi, dapat ditanggulangi secara maksimal dengan prosedur Deep Brain Stimulation (DBS),” tutur Angelia. (ANA)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru