Nama. : Dinda Aulia Puteri
Prodi : D3-Gizi
Pancasila dalam Keseharianku
Pancasila bukan hanya hafalan. Bagi saya, Pancasila adalah panduan agar hidup tetap berada di jalan yang benar sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya kita menerapkan dasar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
Sila Pertama, Ketuhanan yang Maha Esa
Kalian tau gaa.. teman-teman jika kita berusaha beribadah tepat waktu dan menghargai teman yang berbeda agama menerapkan sikap toleransi, dengan begitu hati menjadi tenang dan hubungan dengan teman tetap baik. Jika mengabaikannya, hidup bisa kehilangan arah.
Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Bagi Saya, membiasakan diri berbicara sopan dan membantu teman yang sedang kesulitan itu tidaklah berat, Karena hal itu membuat kita saling menghargai. Jika hanya diam dan acuh, merubah pandangan orang lain menjadi sosok egois dan tidak peduli pada sekitar. Maka dari itu sebagai mahluk sosial alangkah baiknya kita menjaga sikap pada sesama,
Sila Ketiga, Persatuan Indonesia
Saya ingin terus berteman dengan siapa saja tanpa melihat perbedaan suku, agama, atau daerah, dan percaya dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika”Berbeda-beda tetapi Tetap Satu” Karena persatuan sesama bangsa tidak akan mudah retak jika kita mengingat semboyan yang tergambar pada burung Garuda Pancasila.
Sila Keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan
Saat saya diskusi atau kerja kelompok bersama teman-teman, saya mulai membiasakan diri belajar mendengarkan pendapat orang lain. Keputusan yang adil, jika tidak akan memicu pertengkaran karena sikap egois satu sama lain.
Sila Kelima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Kita itu harus berusaha berlaku adil lhooo saat membagi waktu belajar, kegiatan, dan istirahat. Serta terus membantu teman tanpa membeda-bedakan, karena dalam hidup, sudah seharusnya kita menjadi sosok yang mencerminkan Nilai Bangsa Indonesia, adil dalam waktu maupun belajar jadi kehidupan kita jadi lebih teratur. Jika tidak adil, hidup bisa berantakan. Karena waktu itu lebih mahal dari emas, waktu yang terbuang sia-sia itu tidak bisa kita ulang kembali.







