Palembang Zona Orange COVID-19, Ahli Epidemiologi Khawatirkan Soal Ini

- Redaksi

Rabu, 25 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyani Liberty. (Photo: Reza Mardiansyah)

Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyani Liberty. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyani Liberty, meminta Pemerintah Daerah, khususnya Palembang, untuk selalu waspada meskipun saat ini telah berada pada zona orange COVID-19.

Iche menghawatirkan, kelonggaran yang diberi Pemerintah kota Palembang membuat disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) menjadi menurun, kendati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 masih tetap diterapkan.

“Kelonggaran yang diberi tolong jangan sampai ada euforia lalu kendor prokes. Kalau bisa untuk tempat pelayanan publik seperti mal, pasar dan sebagainya, harus ada maksimal kapasitas 50 persen saja. Pemerintah harus menegaskan ini,” kata Iche, Rabu (25/8/2021).

Selain itu, ia juga mengimbau agar mengantisipasi masyarakat yang tengah melakukan isolasi mandiri (Isoman). Meskipun saat ini, ia menilai adanya penurunan kasus COVID-19 dari awal Agustus. Ia khawatir ada pasien Isoman yang bisa saja datang ke rumah sakit dengan kondisi darurat.

“BOR Palembang juga menurun, tapi hati-hati BOR ICU, jangan sampai pasien isolasi mandiri datang dengan kondisi darurat. Kita mesti harus hati-hati dengan ICU,” tegasnya.

Ia juga meminta agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes). Jika masyarakat terlena, bukan tidak mungkin pelongaran PPKM bisa diperketat lagi.

“kalau masyarakat hiraukan prokes dan menyebabkan klaster baru COVID-19, bisa saja kondisi kita diperketat lagi,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi
Jelang Iduladha Pemprov Sumsel Minta Warga Tak Panic Buying
Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia
Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan
Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib
Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati
Jangan Asal Salahkan Gubernur, DPRD Sumsel Ungkap Fakta Kewenangan Jalan Rusak di Sumsel
86 Solution Ikut Sukseskan Konser Spektakuler Slank di Palembang

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:53 WIB

Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia

Senin, 25 Mei 2026 - 17:30 WIB

Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:08 WIB

Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib

Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB

Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati

Berita Terbaru

Dua penderita bibir sumbing yang akan dioperasi di RSKGM Palembang. Foto: Tia

Kota Palembang

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB