Pagar Alam Siapkan Kerawanan Pangan Akibat Bencana dan Gejolak Harga

- Redaksi

Selasa, 18 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Pagar Alam, Zaitun. (Photo: Delta Handoko)

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Pagar Alam, Zaitun. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Pemerintah Kota Pagar Alam melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan sudah memperhitungkan terjadinya bencana alam yang berdampak terhadap kerawanan pangan untuk beberapa tahun ke depan.

“Kita sudah melakukan MoU dengan Bulog untuk cadangan pangan,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Pagar Alam, Zaitun, Selasa (18/1/2022).

Ia mengatakan, upaya ini tidak lain mengantisipasi kekurangan ketersediaan pangan, tidak hanya jika terjadi bencana alam di wilayah Kota Pagar Alam seperti banjir, longsor ataupun kebakaran. Selain itu juga cadangan pangan ini bisa dimanfaatkan jika terjadi gejolak harga.

Lanjut dia, jika sebelumnya Pemkot Pagar Alam menyiapkan cadangan pangan dengan melakukan MoU Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Cadangan pangan harus disiapkan sebagaimana mengamanati UU No.18 Tahun 2021 dan Peraturan Pemerintah No.17 Tahun 2015 tentang ketahanan pangan. Juga Permentan No.11 Tahun 2018 tentang penghitungan cadangan beras kurun 2018 hingga 2024, yang wajib menyiapkan sebanyak 56,51 ton beras sebagai cadangan pangan daerah.

Dan dalam hal ini, Kata dia,Pemkot Pagar alam sudah menyiapkannya. Pengadaan CPPD dimulai 2019 sebanyak 10 ton beras, 8,5 ton di 2020, di 2021 6,5 5 ton yang dititipkan di gudang Bulog.

“Mengamanati peraturan pemerintah, Pemkot Pagar alam sudah menyiapkan 25 ton cadangan beras. Selanjutnya di tahun akan datang, perlu dilakukan pengadaan lagi sebanyak 25,51 ton hingga 2024,” kata dia.

Sementara Walikota Pagar alam, Alpian Maskoni mengharapkan jika cadangan pangan ini diperlukan untuk mengantisipasi jika daerah mengalami kondisi darurat. Tidak hanya bencana alam yang datang sewaktu-waktu, namun juga kondisi gagal panen.

“Diharapkan cadangan bantuan ini benar-benar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana alam atau keadaan darurat lainnya,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Tergiur Untung Besar, Pria 29 Tahun Simpan 2,3 Kg Ganja di Kost dan Kena Gerebek
Disiplin Berbuah Manis, 140 Warga Binaan Lapas Kelas III Pagar Alam Terima Remisi Umum HUT RI Ke-81
Helen Purnama Sari, Putri Pagar Alam Jadi Wasit Bulu Tangkis Kelas Dunia dan Wanita Pertama di Sumsel Raih Predikat Terbaik Asia
Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah
Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi
Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi
Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas
Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 18:42 WIB

Disiplin Berbuah Manis, 140 Warga Binaan Lapas Kelas III Pagar Alam Terima Remisi Umum HUT RI Ke-81

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Helen Purnama Sari, Putri Pagar Alam Jadi Wasit Bulu Tangkis Kelas Dunia dan Wanita Pertama di Sumsel Raih Predikat Terbaik Asia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi

Berita Terbaru