Order Narkoba dari Lapas, Tiga Napi Kembali Jalani Sidang

- Redaksi

Kamis, 30 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

SUARAPUBLIK.ID, SEKAYU – Maraknya informasi peredaran narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan sepertinya bukan hanya isu liar saja. Hal itu terbukti seperti yang terjadi di Lapas Klas II B Sekayu. Tiga eks penghuni lapas tersebut, kini menjadi terdakwa di ruang sidang Pengadilan Negeri Klas IIB Sekayu. Dalam kasus yang sama kembali diadili untuk perkara kepemilikan sejumlah narkoba yang diselundupkan dalam lapas.

Pelaku yakni M Amin dan Ismail, keduanya merupakan narapidana kasus peredaran narkoba jenis sabu seberat 10 Kg, yang diungkap Direktorat Naroba Mabes Polri pada 2019 lalu. Keduanya sempat divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Sekayu. Sementara dua rekannya kasus yang sama, yakni Rustam dan Hendra, dijatuhi hukuman mati.

Selain itu ada, Muhammad Nazwar Syamsu alias Leto juga narapidana kasus peredaran narkoba. “Untuk berkas perkara ketiganya terpisah, tapi satu perkara yang sama,” ujar Kajari Musi Banyuasin Marcos MM Simare-Mare SH MHum melalui Kasi Pidum Habibi SH MH didampingi Kasi Intelkam Abunawas SH MH.

Sidang perdana ketiganya sendiri digelar Selasa (28/9/2021), dengan Majelis Hakim diketuai Andy Wiliam Permata SH MH, anggotanya Edo Juniansyah SH dan Arief Herdiyanto Kusumo, SH MH dengan agenda pembacaan dakwaan. “Dua terdakwa yakni atas nama M Amin dan Ismail kita dakwa dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Untuk terdakwa Leto kita jerat dengan Pasal 114 ayat 1 Jo Pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009,” kata Habibi kemarin.

Kenapa pasalnya berbeda? Habibi menjelaskan karena barang bukti yang diamankan dari mereka berbeda. “Untuk terdakwa Amin barang buktinya 5 gram. Sedangkan Ismail selain sabu juga ada ekstasinya, sementara Leto hanya 0,3 gram,” tukasnya.

Terkait kasus yang menjerat ketiganya sendiri, terkuak bahwa mereka ditangkap jajaran Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri. Berawal dari terdakwa Amin pada 22 Mei 2021 memesan narkoba kepada pelaku berinisial H, yang kemudian datang ke Lapas Sekayu pada 23 Mei 2021 sekitar pukul 18.00 WIB dengan alasan menjenguk.

Saat itulah, H kemudian menyelundupkan sabu tersebut kepada Amin sebanyak 10 gram yang dipecah dengan 2 paket. Selanjutnya oleh Amin sabu tersebut diserahkan kepada Ismail dan Leto, yang kemudian mereka gunakan sendiri.

Pada 24 Mei 2021, Tim Ditnarkoba Bareskrim Mabes Polri melakukan penggeledahan didapat barang bukti dari Amin begitu juga dengan Ismail dan Leto. “Persidangan keduanya nanti dilanjutkan pekan depan,” ungkap Habibi.

Terpisah, Kalapas Klas II B Sekayu Jhonny Gultom melalui Kasubsi Keamanan Wendi Sastra mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pencegahan serta melakukan pengetatan agar peristiwa ini tidak terjadi lagi. “Ada 6 warga binaan yang terkait kasus itu sudah dipindahkan ke 4 lapas berbeda di Sumsel,” pungkasnya. (Hfz)

Berita Terkait

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka
Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi
Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet
Curi Puluhan Kaleng Susu, Karyawan Indomaret Diserahkan ke Polisi
Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:55 WIB

Polda Sumsel Dalami 16 Korporasi Karhutla, PT RAS Jadi Satu-satunya Perusahaan yang Direkturnya Tersangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:54 WIB

Polda Sumsel Selidiki 17 Korporasi Kasus Karhutla, 620 Hektare Lahan Dipasangi Garis Polisi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

Perempuan di Jakabaring Palembang Luka Berat, Diduga Dianiaya Pakai Silet

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Curi Puluhan Kaleng Susu, Karyawan Indomaret Diserahkan ke Polisi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Polda Sumsel Catat 1.218 Penindakan Premanisme, Warga Diminta Lapor ke 110

Berita Terbaru