Omzet Pengiriman Barang PT POS Anjlok

- Redaksi

Rabu, 29 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengiriman paket dan makanan via kantor pos selama Pandemi alami penurunan drastis. 
Foto: nata

Pengiriman paket dan makanan via kantor pos selama Pandemi alami penurunan drastis. Foto: nata

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – PT Pos Indonesia Cabang Utama menyebut sektor pengiriman pempek menurun, atau anjlok dimasa Pandemi Covid-19. Semula biasanya 5 hingga 6 ton perhari. Kini, hanya beberapa kilogram perhari.

“Pendapatan PT Pos anjlok selama pandemi. Yang biasanya perhari di atas Rp1 miliar, tapi kini hanya Rp3 juta perhari,” ujar Eksekutif General Manager PT Kantor Pos Cabang Utama, Yesi Agustianti, Rabu (29/9/2021).

Yesi mengakui, anjloknya sektor pengiriman pempek ini sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Karena penjualan pempek sendiri juga terjadi penurunan.

Untuk meningkatkan kembali pengiriman itu, pihaknya membuat program tarif khusus yakni Rp10 ribu perkilo untuk setiap pengiriman pempek yang dilakukan baik oleh para UMKM serta masyarakat.

“Untuk meningkatkan pendapatan dan membantu para UMKM pedagang Pempek. Kita buat tarif khusus pengiriman pempek,” ungkapnya.

Hanya saja, untuk tujuan pengiriman berlaku untuk wilayah Jabodetabek. Sedangkan, daerah lainnya masih menggunakan tarif normal. “Tarif khusus ini mulai diberlakukan pada 20 September lalu hingga akhir tahun mendatang,” terangnya.

Dia mengaku sejak diberlakukannya tarif khusus ini, PT Pos sudah mengirim hampir 263 koli atau paketan pempek. Kedepan, untuk membantu meningkatkan kembali penjualan para UMKM pempek. Pihaknya juga membuat paket khusus cashback Rp10 ribu pada Hari Jadi Ampera 30 September mendatang.

Selain itu, pihaknya juga menciptakan aplikasi Buymart.com untuk memudahkan masyarakat memesan pempek hanya lewat aplikasi. Dimana, dalam aplikasi tersebut ada 30 UMKM yang ikut bergabung.

“Kami harap dengan upaya ini mampu mengenalkan kembali pempek ke daerah lainnya,” terangnya. (Nat)

Berita Terkait

Tiga Pekerja Lapangan Diperiksa dalam Penyidikan Korupsi Lampu Jalan Dishub Palembang
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Tiga Terdakwa Dituntut hingga 9 Tahun 6 Bulan
Mengaku Polisi, Pria Ini Diduga Cabuli Dua Perempuan Saat Ritual “Buang Sial”
Bupati PALI Diperiksa KPK, SIRA Desak Perkembangan Penyidikan Diungkap
Speed Boat Tabrak Perahu di Tengah Sungai Musi, Warga Gandus Hilang Tenggelam
Motor Mahasiswi UIN Raden Fatah Hilang Saat Diparkir di Depan Kampus
Solar Subsidi 5.350 Liter Ditimbun di Gudang Berkedok Bengkel, Tiga Pelaku Diciduk Polda Sumsel
Satu Pelaku Begal Adinda Diringkus, Rekannya Masih Diburu Polisi

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Tiga Pekerja Lapangan Diperiksa dalam Penyidikan Korupsi Lampu Jalan Dishub Palembang

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar, Tiga Terdakwa Dituntut hingga 9 Tahun 6 Bulan

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:46 WIB

Mengaku Polisi, Pria Ini Diduga Cabuli Dua Perempuan Saat Ritual “Buang Sial”

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:24 WIB

Bupati PALI Diperiksa KPK, SIRA Desak Perkembangan Penyidikan Diungkap

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Speed Boat Tabrak Perahu di Tengah Sungai Musi, Warga Gandus Hilang Tenggelam

Berita Terbaru

Sumsel

Menerapkan Pancasila Mulai dari Hal-Hal Sederhana

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:09 WIB

Sumsel

Peran Penting Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 06:03 WIB

Sumsel

Mengamalkan Pancasila Mulai dari Diri Sendiri

Jumat, 21 Agu 2026 - 05:49 WIB

Sumsel

Pancasila sebagai Pedoman Sikap dan Perilaku Mahasiswa

Jumat, 21 Agu 2026 - 05:43 WIB