Minta Tumpangan ke Depan Lorong saat Pulang Sekolah, Pelajar Ini Malah Dianiaya

- Redaksi

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban didampingi ayahnya membuat laporan Polisi. (Photo: Kiki Nardance)

Korban didampingi ayahnya membuat laporan Polisi. (Photo: Kiki Nardance)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Hanya pasal sepele hendak menumpang pulang (nebeng) ikut ke depan Lorong Banten saat pulang sekolah kepada kakak kelasnya, namun malah membuat Cansa Manik (16), siswa kelas 10 jurusan mesin jadi korban pengeroyokan.

Tak terima anaknya sudah menjadi korban pengeroyokan, membuat Sumarkos (42), orangtua korban, melaporkan kejadian ini ke Polrestabes Palembang, pada Selasa (13/1/2026). Dia berharap, pelaku pengeroyokan anaknya (terlapor) diproses.

Masih menggunakan pakaian sekolah dengan bercak darah di baju, Cansa didampingi ayahnya mengungkapkan, peristiwa pengeroyokan yang dialami anaknya terjadi pada Selasa (13/1/2026), sekitar pukul 14.30 WIB, di Jalan Banten II, Kelurahan 16 Ulu Kecamatan SU II Palembang.

Berawal, saat pelapor diberitahu orang anaknya sudah menjadi korban pengeroyokan. “Untuk kejadian persis saya tidak tahu. Tapi menurut keterangan anak saya saat itu dirinya hendak pulang ke rumah,” ungkap Sumarkos.

Karena jalan dari sekolah ke depan Lorong Banten terlalu jauh, saat pulang ke sekolah, saat itu korban mencoba memanggil Terlapor (Lidik) untuk menumpang ke depan Lorong Banten.

“Tetapi saat itu, ketika memanggil Terlapor yang tidak diduga merupakan kakak kelasnya satu sekolah, saat anak saya minta tumpangan, Terlapor ini langsung marah-marah,” beber cerita anaknya.

Saat itu, korban pun dipukuli dengan kunci motor. “Tumpangan tidak diberikan. Anak saya malah dipukuli kakak kelasnya berjumlah 2 orang dengan kunci motor, anak saya tidak bisa melakukan perlawanan. Usai memukuli anak saya terlapor kabur,” katanya.

Akibat peristiwa ini korhan mengalami luka di kepala, jari tangan kanan dan kiri serta sekujur tubuh Cansa mengalami luka lebam.

“Saya tidak terima. Oleh itulah kami laporkan ke sini. Berharap pelaku bisa dipanggil dan bertanggungjawab atas perbuatannya,” harapnya.

Sementara, KA SPKT Polrestabes Palembang, Iptu Sugriwa, melalui Pamapta Ipda Hendra Yuswoyo, membenarkan adanya laporan orang tua korban Terkait laporan kejahatan perlindungan terhadap anak.

“Laporan sudah diterima dan segera ditindaklanjuti petugas Satreskrim Polrestabes Palembang Unit Perlindungan Perempuan dan anak (PPA) untuk melakukan penyelidikan,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Begal Sadis yang Tikam Korban 11 Kali Akhirnya Dibekuk, Seluruh Pelaku Curas di Jakabaring Ditangkap
Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 
Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor
Komplotan Pembobol Kabel PLN Digulung di Jambi, Dua Anggota Masih Buron
Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Pasutri, Wanita di Palembang Lapor Polisi
SAT Reskrim Polres Empat Berhasil Ungkap Kasus Kepemilikan Senpi Raritan Dan Bahan Peledak Ilegal
Polda Sumsel Tangkap Pemilik Senpi Rakitan di OKU Timur, Amankan Revolver dan Peluru Tajam

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:32 WIB

Polda Sumsel Putus Jalur Peredaran Ekstasi Medan-Palembang, Dua Kurir Dibekuk

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:21 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Sukarami dan Bhayangkari Salurkan 50 Paket Sembako kepada Warga 

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:09 WIB

Motor Diparkir Saat Belanja di Indomaret, Buruh di Palembang Jadi Korban Curanmor

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:20 WIB

Komplotan Pembobol Kabel PLN Digulung di Jambi, Dua Anggota Masih Buron

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:20 WIB

Diduga Jadi Korban Pengeroyokan Pasutri, Wanita di Palembang Lapor Polisi

Berita Terbaru