Menkes: Vaksin Berbayar, Akses bagi Pengusaha

- Redaksi

Senin, 12 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkes Budi Gunadi Sadikin

Menkes Budi Gunadi Sadikin

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat suara perihal polemik program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) Individu. Atau yang disebut vaksin berbayar yang mengemuka belakangan.

Dalam keterangan pers selepas mengikuti rapat terbatas (ratas) dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dikutip dari cnbc indonesia, BGS, sapaan akrab Budi Gunadi Sadikin, menekankan kalau program itu merupakan opsi.

“Apakah masyarakat bisa mengambil atau tidak, prinsipnya pemerintah membuka opsi yang luas bagi masyarakat yang ingin mengambil VGR baik melalui perusahaan maupun melalui individu,” katanya.

Mengapa program VGR diperluas dari badan usaha/badan hukum ke individu/perorangan? BGS menjelaskan, semua itu dipicu banyak pengusaha yang belum mendapatkan akses melalui program VGR yang digawangi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).

“Jadi ada beberapa misalnya perusahaan-perusahaan pribadi, perusahaan-perusahaan kecil, itu juga mereka mau mendapatkan akses ke VGR tetapi belum bisa masuk melalui programnya Kadin, itu dibuka,” ujar BGS.

Eks Wakil Menteri BUMN itu pun mencontohkan kesulitan yang dihadapi warga negara asing (WNA) yang lama tinggal dan beraktivitas di Indonesia.

“Misalnya mereka ingin mendapatkan akses ke VGR itu juga bisa mendapatkan akses ke VGR yang individu,” kata BGS.

Ia pun menekankan kalau program ini dimulai seiring masifnya pasokan vaksin Covid-19 yang dimiliki pemerintah.

“Kita bulan ini akan dapat 30 juta, bulan depan akan dapat 40 juta, dan seterusnya 50 juta sehingga sehingga benar-benar akses masyarakat yang lain akan besar. Sedangkan masyarakat yang ingin mengambil opsi yang lain juga tersedia sehingga opsinya semuanya tersedia,” ujar BGS. (*)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru

Musi Banyuasin

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Starlink untuk Sekolah

Senin, 16 Mar 2026 - 13:10 WIB