Meninggal di Parit: Kematian Siswa SMPN 26 Palembang Ungkap Lemahnya Pengawasan Sekolah

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM,

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM,

SUARAPUBLIK.ID,PALEMBANG – Suasana duka menyelimuti lingkungan SMP Negeri 26 Palembang setelah seorang siswanya, Ibnu Nabil Shaki (13), ditemukan tewas di dalam parit di belakang sekolah, Kamis (6/11/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban, yang masih mengenakan seragam sekolah lengkap, ditemukan dalam kondisi tanpa kaus kaki dan sepatu. Diduga, saat kejadian, Ibnu terpeleset saat mencoba menyeberangi parit untuk menuju warung di belakang sekolah ketika jam istirahat berlangsung.

Dari keterangan sejumlah saksi, korban bersama beberapa rekannya keluar dari lingkungan sekolah melalui celah di pagar tembok belakang untuk membeli jajanan di warung. Tindakan tersebut sempat terlihat oleh warga sekitar yang kemudian menegur mereka agar tidak keluar dari area sekolah.

Tak lama berselang, warga dikejutkan oleh penemuan tubuh Ibnu yang telah terjatuh ke dalam parit dengan posisi kepala terbentur batu di dasar saluran air.

Petugas dan guru segera datang ke lokasi, sementara korban dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawa Ibnu tidak tertolong.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Ir. M. Affan Prapanca, M.T., IPM, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya Ibnu.

Affan menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kejadian.

“Saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kami juga meminta pihak sekolah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengawasan terhadap siswa, terutama saat jam istirahat,” tambahnya.

“Kami sangat berduka atas kejadian ini. Semoga almarhum ananda Ibnu Nabil Shaki mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga diberikan ketabahan menerima musibah ini,” ujar Affan saat di wawancara melalui Via WhatsApp Kamis malam (6/11/2025).

Sambungnya,peristiwa ini membuka kembali pentingnya pengawasan ketat di lingkungan sekolah, khususnya terhadap akses keluar-masuk siswa. Meski pagar sekolah berfungsi sebagai batas keamanan, masih banyak ditemukan celah yang memungkinkan siswa keluar tanpa izin.

Pihak Dinas Pendidikan Kota Palembang menegaskan, insiden tersebut akan dijadikan bahan evaluasi sistem keamanan dan keselamatan di sekolah-sekolah Kota Palembang.

“Kami akan mengingatkan seluruh kepala sekolah agar lebih memperhatikan keamanan lingkungan sekolah. Pengawasan terhadap siswa di jam istirahat harus diperketat, agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Affan.

Berita Terkait

XLSMART Hadir Lebih Dekat Tingkatkan Pengalaman Pelanggan di Palembang
Angkut 16.000 Liter Minyak Cong, Sutrisno Dituntut 1 Tahun 6 Bulan Penjara
Lima Terdakwa Terseret Dugaan Korupsi Proyek PALI, Fee PPK hingga Beton Tak Sesuai Mutu Disorot
Kesepakatan Dagang Pengusaha Muda Sumsel di TEI 2026 Tembus Rp501,40 Miliar
SMAN Sumatera Selatan Raih Silver di AHMBS 2026 Tingkat Nasional
Premi Asuransi Dibayar, Klaim Ditolak, Ahli Waris Supriadi Masih Dibayangi Tagihan Fortuner
Pergoki Suami Bersama Wanita Lain di Hotel, IRT Mengaku Jadi Korban KDRT
Halloween Party Kembali Digelar di ARYADUTA Palembang, Hadirkan DJ dan Menu Horor
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:41 WIB

XLSMART Hadir Lebih Dekat Tingkatkan Pengalaman Pelanggan di Palembang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Lima Terdakwa Terseret Dugaan Korupsi Proyek PALI, Fee PPK hingga Beton Tak Sesuai Mutu Disorot

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Kesepakatan Dagang Pengusaha Muda Sumsel di TEI 2026 Tembus Rp501,40 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:45 WIB

SMAN Sumatera Selatan Raih Silver di AHMBS 2026 Tingkat Nasional

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Premi Asuransi Dibayar, Klaim Ditolak, Ahli Waris Supriadi Masih Dibayangi Tagihan Fortuner

Berita Terbaru