Nama : Bunga Kaila Nur Azzizah
NIM : PO7131126072
Prodi : D3 Gizi
Mengenal Pancasila Melalui Kehidupan Sehari-hari
Saat pertama kali masuk dunia perkuliahan, saya bertemu dengan teman teman yang berasal dari berbagai daerah. Awalnya saya merasa canggung karena harus beradaptasi dengan lingkungan baru. Namun, saya belajar bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk saling mengenal dan bekerja sama, saya berusaha menghormati setiap teman tanpa membedakan latar belakang mereka. Halo semuanya perkenalkan nama saya Bunga Kaila Nur Azzizah mahasiswa program studi D3-Gizi. Menjadi bagian dari dunia kesehatan merupakan sebuah kebanggaan dan tanggung jawab yang besar bagi saya, Saya menyadari bahwa menjadi mahasiswa gizi bukan hanya tentang mempelajari kandungan zat gizi atau cara menyusun menu makananan yang sehat, tetapi juga tentang membentuk karakter yang sehat, dan juga membentuk karakter yang baik.
Pada sila pertama yaitu Ketuhanan yang maha esa, saya lakukan dengan selalu menjalankan ibadah sesuai agama yang saya anut dan menghormati teman teman yang memiliki keyakinan berbeda. Di kampus, kami berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. Walaupun memiliki perbedaan, kami tetap saling menghargai, dan tidak menganggu teman yang sedang beribadah serta menjaga sikap toleransi dalam kehidupan sehari hari.
Sebagai mahasiswa, saya juga berusaha menerapkan sila kemanusiaan yang adil dan beradab, saya percaya bahwa setiap orang berhak mendapatkan perlakuan yang baik. Oleh karena itu, ketika ada teman yang kesulitan memahami materi kuliah atau praktikum, saya berusaha membantu semampu saya. Bagi saya, saling berbagi ilmu tidak akan membuat kemampuan kita berkurang, justru akan mempererat hubungan dan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan.
Dalam setiap tugas kelompok, saya belajar menerapkan sila Persatuan Indonesia Saya pernah berada dalam kelompok yang perbedaan pendapat. Awalnya kami ingin mempertahankan pendapat masing masing, tetapi akhirnya kami memilih berdiskusi dan mencari solusi terbaik bersama. Dari pengalaman tersebut saya menyadari bahwa keberhasilan sebuah kelompok tidak ditentukan oleh siapa yang paling pintar, melainkan oleh kemampuan setiap anggotanya untuk saling menghargai dan bekerja sama mencapai tujuan sama.
Nilai musyawarah juga sering saya terapkan dalam kehidupan kampus. Saat menentukan pembagian tugas presentasi atau menyelesaikan perbedaan pendapat, saya berusaha mendengarkan pendapat setiap anggota kelompok sebelum mengambil keputusan. Saya belajar bahwa keputusan yang dihasilkan melalui diskusi akan lebih muda diterima oleh semua pihak dibandingkan keputusan yang dipaksakan oleh satu orang.
Penerapan sila Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga saya rasakan dalam kehidupan kampus. Saya berusaha memperlakukan semua teman dengan adil, baik saat bekerja dalam kelompok maupun saat berbagi informasi mengenai materi perkuliahan. Saya tidak memilih milih teman berdasarkan latar belakang ataupun kemampuan akademik. Menurut saya, setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi.
Saya percaya bahwa apabila setiap mahasiswa mampu menerapkan Pancasilsa dalam kehidupan sehari hari, makan akan tercipta lingkungan yang harmonis, saling menghormati, dan mampu melahirkan generasi yang berkarakter serta siap memberikan kontribusi positif bagi bangsa Indonesia.







