Memakai Baju Perang Zaman dahulu, Ratu Dewa Peringati Perang 5 Hari 4 Malam Kota Palembang

- Redaksi

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam mengenang sebuah peristiwa monumental yang tak hanya mengenang heroisme rakyat Palembang Dalam peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam yang digelar Di pelataran Lawang Borotan yang menjadi titk balik strategis dalam pertempuran sengit melawan pasukan Belanda suasana berubah menjadi panggung sejarah hidup.

Seru Mobil-mobil tua seperti Willys, Jeep Ford GPW, , disusul oleh sepeda ontel yang dikayuh oleh pemuda-pemudi berseragam pejuang.

Mereka mengenakan ikat kepala merah putih, membawa bendera, terasa masuk mesin waktu pada masa perjuangam itu.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa turut larut dalam suasana, mengenakan seragam pejuang lengkap dengan atributnya, ia duduk salah satu kendaraan tua, melintasi ruas jalan protokol kota Palembang.

“Lima Hari Lima Malam bukan sekadar seremoni. Ini adalah pengingat bahwa kemerdekaan kita dibayar mahal. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisinya dengan karya,”kata Walikota Palembang H Ratu Dewa, Sabtu (03/01/2026).

Ia menambahkan bahwa peringatan ini adalah jembatan antara sejarah dan masa depan, antara darah para pejuang dan semangat generasi penerus.

” Di tengah hiruk-pikuk zaman digital, Palembang membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tetap hidup berdenyut dalam setiap langkah,” ujarnya penuh semangat.

Tak hanya parade kendaraan dan kostum, peringatan ini juga diisi dengan pertunjukan teatrikal perjuangan yang menggugah emosi.

Sementara itu ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin, menyampaikan bahwa peringatan ini juga menjadi momentum untuk mengangkat potensi wisata sejarah di Palembang.

Ia menegaskan bahwa banyak jejak perjuangan yang masih tersembunyi dan belum dikenal luas oleh masyarakat.

“Kami akan lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Banyak jejak perjuangan yang bisa kita angkat menjadi destinasi wisata sejarah. Ini bukan hanya soal mengenang, tapi juga menghidupkan kembali semangat dan kebanggaan akan kota ini,” ungkap Sulaiman.

Berita Terkait

Biaya Pengemasan Tinggi Penyebab Beras Premium Kemasan 5 Kg Langka di Pasaran Sumsel
Polisi Jelaskan Tidak Ada Aksi Pelaku Penculikan
Mediasi Buntu, Warga Kenten Raya ‘Tagih’ Air Bersih PDAM Tirta Betuah di Pengadilan
Sidang Suap Smart Board-Chromebook Muara Enim: Saksi Ungkap Abi Kenalkan Cory Saat Survei di Jakarta
Gelapkan 80 Dus Bir, Arianto Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang
Menyikapi Dampak Kabut Asap Karhutla, Korsatpel Terminal Jakabaring Bagikan Ratusan Masker Gratis
Pertamina Patra Niaga Pastikan Avtur Siaga, Dukung Operasi Udara Pemadaman Karhutla di Sumsel
Kemarau Panjang dan Kabut Asap, Ratu Dewa Ajak Warga Berdoa dan Jaga Lingkungan

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:09 WIB

Biaya Pengemasan Tinggi Penyebab Beras Premium Kemasan 5 Kg Langka di Pasaran Sumsel

Rabu, 9 September 2026 - 18:05 WIB

Polisi Jelaskan Tidak Ada Aksi Pelaku Penculikan

Rabu, 9 September 2026 - 18:03 WIB

Mediasi Buntu, Warga Kenten Raya ‘Tagih’ Air Bersih PDAM Tirta Betuah di Pengadilan

Rabu, 9 September 2026 - 17:56 WIB

Gelapkan 80 Dus Bir, Arianto Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang

Rabu, 9 September 2026 - 13:20 WIB

Menyikapi Dampak Kabut Asap Karhutla, Korsatpel Terminal Jakabaring Bagikan Ratusan Masker Gratis

Berita Terbaru

Empat Lawang

Telkom Siap Perkuat Digitalisasi Pemerintahan di Empat Lawang

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:38 WIB

Foto sekolah yg di datangi

Kota Palembang

Polisi Jelaskan Tidak Ada Aksi Pelaku Penculikan

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:05 WIB