Low Frekuensi, Asap Kawah Gunung Api Dempo tidak Teramati

- Redaksi

Kamis, 24 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawah Gunung Api Dempo. (Photo: Istimewa)

Kawah Gunung Api Dempo. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Berdasarkan catatan hasil rekaman alat seismograf, aktifitas kegempaan gunung api Dempo terjadi fluktuatif, namun meski demikian aktivitas  cenderung mengalami penurunan. Hal ini diungkapkan Ketua Pos Pengamatan Gunung Api Dempo, Megian Nugraha.

“Tercatat pada 21 Febuari 2022, telah terjadi sebanyak 1 kali kejadian dengan amplitudo 9 mm durasi 85 detik, Tremor menerus amplitudo sebesar 0,5 hingga 2 mm, serta nihil kejadian embusan dikeluarkan Gunung Api Dempo. Untuk visual, puncak Dempo dominan tampak jelas, terkadang diselimuti kabut,” terangnya.

Dijelaskan Megian, Pos Pemantuan Gunung Dempo di bawah kendali Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMG) di Bandung, hingga kini masih menetapkan status gunung Dempo berada di level II Waspada, sementara aktifitas Dempo normal.

“Ke depan kami belum dapat memprediksi kemungkinan apa yang terjadi terhadap gunung api Dempo, apakah levelnya kembali naik, maupun mengalami penurunan. Pastinya fenomena alam tidak bisa ditebak. Akan tetapi Pos Pemantauan Gunung Api Dempo tetap mengintensifkan pemantauan terhadap kondisi kekinian gunung api Dempo, tentunya langkah ini untuk mengantisipsi hal yang tidak diinginkan,” paparnya.

Ia mengatakan, Dikhawatirkan kawah Dempo sewaktu-waktu dapat mengeluarkan gas berbahaya. “Untuk itu diimbau kawasan radius sejauh 1 kilometer dari bibir kawah Merapi-Dempo merupakan zona bahaya letusan harus steril dari berbagai aktifitas pendakian,” imbuhnya.

Lanjutnya, diimbau kepada masyarakat, pendaki dan wisatawan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap gelojak fenomena alam yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, guna menghindari bahaya yang ditimbulkan. Kepada pendaki dan masyarakat ia juga mengajak bersama-sama menjaga alat pemantau gunung api Dempo di puncak, agar jangan sampai dirusak oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Pasalnya, alat sesmograf berperan penting dalam menjaga keselamatan masyarakat yang berada di sekitar kaki gunung Dempo. Tidak hanya Kota Pagaralam, Lahat, namun juga Empat Lawang,” tuturnya. (ANA)

Berita Terkait

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi
Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Berita Terbaru

Kota Palembang

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:52 WIB