Lomba Video Super Sumsel Competition Vlog Diprotes, Penyelenggara Diminta Revisi Penjurian

- Redaksi

Kamis, 12 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo: Suryadinata

Photo: Suryadinata

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Lomba Video Super Sumsel Competition Vlog, yang diselenggarakan oleh Super Sumsel, menuai protes para peserta. Adanya polemik ini, membuat Komunitas Youtuber Sriwijaya (KYS) memfasilitasi permasalahan agar dapat dinilai ulang.

Ketua YKS, Reza Fahlevi, meminta agar pihak penyelenggara dapat menilai ulang perlombaan tersebut, sesuai dengan e player yang telah disebarkan dan disepakati sejak awal.

“Para peserta memang benar-benar mendapatkan keadilan dengan apa yang sudah mereka buat,” ucap Reza, Kamis (12/08/2021).

Apalagi, menurut Reza, adanya penundaan penjurian hasil video dengan alasan belum ada penjurian menilai, sehingga meminta pengunduran dan panitia memberikan kelonggaran, sebelum pada akhirnya diumumkan.

“Perlu diketahui, YKS ini hanya sebagai pelaksana dari kegiatan itu, kita bukan sebagai penyelenggara. Kita cuma pelaksana kegiatan untuk mengkoordinir kawan-kawan youtuber untuk ikut lomba,” bebernya.

Reza mengatakan, semua panitia dari komunitas sudah bekerja semaksimal mungkin guna mensukseskan perlombaan. Sehingga acara perlombaan selesai sesuai target.

“Kami berharap bahwa tuntutan dari pada peserta untuk dapat direalisasikan Herlan Asfiudin sebagai penyelengara,” jelasnya.

Sementara itu peserta lomba, Diki menyampaikan agar dapat segera merevisi hasil penjurian. Sehingga memang yang layak mengikuti peraturan berhak memperoleh hadiah dari lomba yang diselenggarakan.

”Kami berharap revisi penjurian segera dilakukan dan pemenangnya nanti dapat sesuai dengan e-player yang disebarkan ke para peserta lomba, dan kami berterimakasih kepada KYS telah membuka ruang dengar pendapat untuk meluruskan masalah ini,” ungkap Diki.

Saat dikonfirmasi melalui telpon Whatsapp, Herlan Asfiudin selaku penyelenggara menjelaskan, bahwa persoalan ini tidak perlu di besar-besarkan. Karena segala sesuatu bisa diatasi, tidak perlu menjadi polemik.

“Sekarang ini sedang PPKM, tentunya tidak etis untuk meminta para sponsor untuk berpartisipasi. Kita akan usahakan nantinya,” kata Herlan. (ANA)

Berita Terkait

Lebih dari Sekadar Belajar: Mahasiswa Kini Bisa Rasakan Pengalaman Kerja Nyata di Telkomsel lewat Virtuship
Resmi Dilantik, Berikut Nama-nama Kepengurusan AMSI Sumsel Periode 2024-2028
NMAX Turbo Touring, Jelajah Bengkulu dan Palembang
Law Youth Brotherhood Wadahnya Seluruh Organisasi Hukum
Sosialisasikan Pemilu Melalui Film, KPU Sumsel Gandeng Komunitas
IWO Sumsel Siapkan Program UKW dan Verifikasi ke Dewan Pers
Dukung Para Pebalap, Yamaha Nobar Moto GP Bareng Komunitas Motor Palembang
Ratusan Ojol Geruduk Polrestabes, Diduga Belum Diberi Izin Keramaian HUT ADO

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:25 WIB

Lebih dari Sekadar Belajar: Mahasiswa Kini Bisa Rasakan Pengalaman Kerja Nyata di Telkomsel lewat Virtuship

Minggu, 22 September 2024 - 11:49 WIB

Resmi Dilantik, Berikut Nama-nama Kepengurusan AMSI Sumsel Periode 2024-2028

Kamis, 12 September 2024 - 19:16 WIB

NMAX Turbo Touring, Jelajah Bengkulu dan Palembang

Jumat, 6 September 2024 - 14:59 WIB

Law Youth Brotherhood Wadahnya Seluruh Organisasi Hukum

Selasa, 19 Desember 2023 - 11:58 WIB

Sosialisasikan Pemilu Melalui Film, KPU Sumsel Gandeng Komunitas

Berita Terbaru

Sumsel

Bukan Cuma Hafalan

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:18 WIB

Sumsel

Membumikan Pancasila dalam Keseharian

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:11 WIB

Sumsel

Membumikan Pancasila melalui Aktivitas Sehari-hari

Jumat, 21 Agu 2026 - 01:02 WIB

Sumsel

Merawat Pancasila dalam Tindakan Sederhana 

Jumat, 21 Agu 2026 - 00:18 WIB