Kurangi Kehilangan Hasil, 133 Pekebun Sawit Muara Enim Ikuti Pelatihan Teknik Panen dan Pascapanen

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kurangi Kehilangan Hasil, 133 Pekebun Sawit Muara Enim Ikuti Pelatihan Teknik Panen dan Pascapanen

Kurangi Kehilangan Hasil, 133 Pekebun Sawit Muara Enim Ikuti Pelatihan Teknik Panen dan Pascapanen

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebanyak 133 pekebun sawit, penyuluh, dan perwakilan dinas dari Kabupaten Muara Enim mengikuti Pelatihan Teknik Panen dan Pascapanen Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP) 2026 yang digelar PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun).

 

Pelatihan yang berlangsung di Palembang ini bertujuan menekan kehilangan hasil (losses), meningkatkan kualitas tandan buah segar (TBS), serta mendorong kenaikan rendemen minyak sawit melalui penerapan teknik panen dan pascapanen yang sesuai standar.

 

Peserta berasal dari Koperasi Jasa Tani Sepakat Bersama, Koperasi Serasan Mulya, Koperasi Tani Mulia, dan Koperasi Subur Makmur. Selain itu, kegiatan juga diikuti empat penyuluh Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim dan dua peserta dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan. Seluruh peserta dibagi dalam empat angkatan, yakni Angkatan VI hingga IX.

 

Kepala Bagian Usaha Hulu Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT RPN, Fandi Hidayat, mengatakan pelatihan dirancang agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan praktik terbaik di lapangan.

 

“Melalui pelatihan ini diharapkan peserta mampu menerapkan teknik panen dan pascapanen yang tepat sehingga produktivitas, mutu hasil, dan efisiensi usaha perkebunan terus meningkat,” ujarnya.

 

Menurut Fandi, kesalahan dalam menentukan tingkat kematangan buah, tidak mengutip brondolan, hingga penanganan TBS yang kurang tepat menjadi penyebab utama kehilangan hasil yang sebenarnya dapat dicegah. Karena itu, peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh sekaligus membagikannya kepada pekebun lain.

 

Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, Dian Eka Putra, menilai panen merupakan tahapan krusial yang menentukan mutu hasil perkebunan. Menurutnya, ketepatan waktu panen dan penanganan pascapanen menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas TBS.

 

“Jika waktu pemanenan tidak tepat, hasil maupun mutu produk akan berkurang. Karena itu teknik panen dan penanganan pascapanen menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas hasil sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas,” katanya.

 

Ia menambahkan, proses pascapanen mulai dari pengumpulan, pengangkutan, penyimpanan hingga pengemasan harus dilakukan sesuai standar agar kualitas TBS tetap terjaga. Peningkatan kapasitas SDM juga dinilai sebagai investasi jangka panjang mengingat sebagian besar kebun sawit di Sumatera Selatan merupakan perkebunan rakyat.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim, Muslim Budiman, mengatakan penerapan teknik panen yang benar akan menghasilkan TBS berkualitas, mengurangi losses, meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja, serta berdampak pada peningkatan rendemen minyak sawit.

 

“Dengan semakin baiknya kualitas TBS yang dihasilkan, rendemen minyak sawit juga akan meningkat. Pada akhirnya kondisi tersebut akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan pekebun sekaligus mendukung pengelolaan usaha perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan,” ujarnya.

 

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mulai dari regulasi panen dan pascapanen, organisasi panen, persiapan panen, kriteria matang panen, taksasi produksi, teknik memanen, penanganan TBS dan brondolan, manajemen tajuk, hingga sistem pengangkutan dan ketertelusuran (traceability).

 

Sebagai penguatan praktik di lapangan, peserta juga dijadwalkan mengikuti field trip pada 23 Juli 2026 ke PT Bina Sawit Makmur dan PT Perkebunan Minanga Ogan untuk melihat langsung penerapan standar operasional panen dan pascapanen di perusahaan perkebunan.

 

Melalui Program SDMP 2026, BPDP, Ditjenbun, dan PT RPN berharap semakin banyak pekebun mampu menerapkan praktik panen yang baik sehingga kehilangan hasil dapat ditekan, kualitas TBS dan rendemen minyak sawit meningkat, serta produktivitas perkebunan sawit rakyat di Muara Enim terus tumbuh secara berkelanjutan.

Penulis : Kiki

Editor : Jaks

Berita Terkait

Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Berjalan Optimal
Diduga Jual Tanah Milik Orang Lain ke PLN, AWI Dilaporkan ke Polda Sumsel
Kuasa Hukum Jamil dan Dede Siapkan Eksepsi, Singgung Keberatan atas Dakwaan Korupsi Distribusi Semen
Curi Kabel Proyek Senilai Rp 72,8 Juta, Pemuda 22 Tahun Dibekuk Polsek Lawang Kidul
Usai Layani Pijat, Janda di Palembang Jadi Korban Curas, Uang dan Dompet Dirampas
Modus Iming-iming Bebas Annual Fee, Warga Palembang Kehilangan Rp9,9 Juta Usai Berikan Kode OTP
Dalih Butuh Biaya Berobat Anak, Buruh Ikan Giling di Palembang Gelapkan Motor Viar Rekan Kerja
Walikota Palembang Putuskan Kabel Semrawut Kota Palembang 

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:47 WIB

Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Berjalan Optimal

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:20 WIB

Diduga Jual Tanah Milik Orang Lain ke PLN, AWI Dilaporkan ke Polda Sumsel

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:18 WIB

Kurangi Kehilangan Hasil, 133 Pekebun Sawit Muara Enim Ikuti Pelatihan Teknik Panen dan Pascapanen

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:28 WIB

Kuasa Hukum Jamil dan Dede Siapkan Eksepsi, Singgung Keberatan atas Dakwaan Korupsi Distribusi Semen

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:21 WIB

Curi Kabel Proyek Senilai Rp 72,8 Juta, Pemuda 22 Tahun Dibekuk Polsek Lawang Kidul

Berita Terbaru

Empat Lawang

Pemkab Dukung Penuh Program BNNK Empat Lawang

Kamis, 23 Jul 2026 - 15:40 WIB