Kinerja Sektor Keuangan Sumbagsel Tumbuh Stabil Hingga April 2025

- Redaksi

Senin, 30 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) tumbuh positif, stabil, dan terjaga hingga April 2025. Wilayah Sumbagsel meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, Lampung, dan Bengkulu.

Stabilitas sektor jasa keuangan di kawasan ini didorong oleh kinerja solid sektor perbankan, pasar modal, serta industri keuangan nonbank, yang juga diperkuat oleh peningkatan edukasi dan perlindungan konsumen secara berkelanjutan.

“Kondisi sektor jasa keuangan di Sumbagsel hingga April 2025 menunjukkan stabilitas yang terjaga dan pertumbuhan yang sehat. Ini mencerminkan peran aktif industri dalam mendorong pemulihan dan penguatan ekonomi daerah,” ujar Kepala OJK Sumsel Babel, Arifin Susanto, dalam keterangan persnya.

Per April 2025, kinerja perbankan mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Total aset perbankan di Sumbagsel naik sebesar 8,10 persen (yoy) menjadi Rp347,65 triliun. Fungsi intermediasi juga meningkat, dengan total penyaluran kredit/pembiayaan berdasarkan lokasi bank tumbuh 8,86 persen (yoy) menjadi Rp308,97 triliun.

Penyaluran kredit tersebut didominasi oleh kredit konsumtif sebesar 43,07 persen, dengan kualitas kredit bermasalah (NPL net) yang tetap terjaga di angka rendah, yakni 0,99 persen.

Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 7,11 persen (yoy) menjadi Rp274,51 triliun, dengan dominasi dana tabungan sebesar 55,71 persen.

Dari sisi sektoral, penyaluran kredit terbanyak terserap pada sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar Rp57,83 triliun atau tumbuh 6,40 persen (yoy), dengan pangsa pasar 10,74 persen dari total kredit nasional di sektor tersebut. Namun, pertumbuhan tertinggi tercatat pada sektor real estate, usaha persewaan, dan jasa yang melonjak 37,08 persen menjadi Rp6,44 triliun.

Arifin juga menyoroti komitmen perbankan dalam mendukung pembiayaan sektor usaha kecil.

“Penyaluran kredit kepada UMKM di wilayah Sumbagsel mencapai Rp120,60 triliun atau setara 39,03 persen dari total kredit. Ini menunjukkan bahwa perbankan regional mendukung target inklusi keuangan dan pemberdayaan UMKM secara optimal,” jelasnya.

Capaian penyaluran kredit UMKM tersebut melampaui target nasional minimal porsi kredit UMKM sebesar 30 persen, yang menjadi bagian dari strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dan inklusif.

Berita Terkait

Terungkap! Sopir Truk yang Ditemukan Tak Bernyawa di Betung Meninggal karena Serangan Jantung
Dua Anggota DPRD Palembang Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan
Remaja 16 Tahun Tewas dalam Tabrakan Dua Motor di Plaju, Dua Korban Kritis
Vonis 1 Tahun Penjara, Eks PNS Dispora Palembang Terbukti Gelapkan Dana Tiket dan Hotel Perjalanan Dinas
Cekcok Soal Utang Rp15 Juta, Rahmat Sidik Divonis 12 Tahun Penjara
Tuntutan Kasus Vape Etomidate Ditunda, JPU Akui Berkas Belum Siap
Polres Empat Lawang Borong Prestasi, Raih Juara III Inovasi Pelayanan Publik Reskrim Tingkat Polda Sumsel
Honda Corner Ramaikan Nyanyian Riang Gembira, Hadirkan Aktivitas Seru dan Promo Spesial

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:51 WIB

Terungkap! Sopir Truk yang Ditemukan Tak Bernyawa di Betung Meninggal karena Serangan Jantung

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:50 WIB

Dua Anggota DPRD Palembang Diperiksa sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi Proyek Lampu Jalan

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:42 WIB

Remaja 16 Tahun Tewas dalam Tabrakan Dua Motor di Plaju, Dua Korban Kritis

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:40 WIB

Vonis 1 Tahun Penjara, Eks PNS Dispora Palembang Terbukti Gelapkan Dana Tiket dan Hotel Perjalanan Dinas

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:38 WIB

Cekcok Soal Utang Rp15 Juta, Rahmat Sidik Divonis 12 Tahun Penjara

Berita Terbaru