Pertamina Patra Niaga Optimalkan Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan di Kalijaran

- Redaksi

Jumat, 11 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CILACAP, SUARAPUBLIK.ID – Pertamina Patra Niaga, terus mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) MAPAN (Masyarakat Pengelola Pertanian Berkelanjutan) di Kalijaran, Cilacap, yang mengintegrasikan energi terbarukan dengan pengembangan pertanian berkelanjutan dari hulu hingga hilir.

 

Program MAPAN dikembangkan untuk menjawab tantangan masyarakat, khususnya keterbatasan irigasi, minimnya modernisasi dan diversifikasi usaha tani, serta ancaman perubahan iklim terhadap produktivitas pertanian. Salah satu inovasi utama yang diterapkan adalah sistem irigasi pertanian berbasis energi hybrid yang memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

 

VP Community Involvement Development Pertamina Patra Niaga Dian Hapsari Firasati mengatakan, pemanfaatan EBT dalam Program MAPAN dirancang agar tidak hanya menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.

 

“Kami ingin pemanfaatan energi terbarukan memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Di Kalijaran, energi terbarukan kami integrasikan dengan kebutuhan pertanian, mulai dari irigasi, produksi pangan, pengelolaan limbah, hingga pengembangan usaha masyarakat. Dengan pendekatan ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program,” ujar Dian.

 

Melalui konsep integrasi hulu-hilir pertanian berbasis EBT, energi yang dihasilkan dimanfaatkan untuk mendukung irigasi lahan persawahan dan hortikultura. Rangkaian kegiatan kemudian terhubung dengan produksi padi, pengolahan gabah menjadi beras, pemanfaatan dedak sebagai pakan dan pupuk, pengelolaan limbah pertanian menjadi pupuk, hingga pengembangan hortikultura, perikanan, dan budidaya bebek. Di sisi hilir, masyarakat juga didorong melakukan diversifikasi produk pertanian, antara lain keripik, telur asin, beras, dan produk MPASI.

 

Implementasi sistem EBT di Kalijaran memiliki total kapasitas 15.250 Wp. Pemanfaatan tersebut menghasilkan rata-rata 150.000 liter debit air per hari serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi sebesar 2.860 kg CO₂eq per tahun. Program juga memberikan efisiensi ekonomi melalui penghematan penggunaan pompa diesel yang mencapai Rp9 juta per dua kali siklus tanam.

 

Dari sisi pemberdayaan, Program MAPAN telah memberikan manfaat kepada 233 orang, yang terdiri atas petani gurem, petani perempuan, buruh tani harian, anak-anak/balita, serta masyarakat miskin. Program ini melibatkan sejumlah kelompok masyarakat, antara lain GAPOKTAN Margo Sugih, Kelompok Ternak Mintih Mulia, KWT Tandur Makmur, dan KWT Mekar Jaya Lestari.

 

“Keberlanjutan menjadi bagian penting dari program ini. Karena itu, kami mendorong penguatan kapasitas kelompok dan kolaborasi dengan berbagai pihak agar inovasi yang sudah berjalan dapat terus dikembangkan dan direplikasi. Harapannya, Kalijaran dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan EBT dapat berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat,” tutup Dian.

 

Program MAPAN turut melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas masyarakat, serta sejumlah pihak lain dalam pengembangan pertanian dan inovasi. Hingga saat ini, program telah melibatkan delapan stakeholder, melahirkan dua kelompok baru, serta mendorong replikasi pertanian hortikultura di tiga area lahan.

 

Inisiatif tersebut sejalan dengan semangat Pertamina Patra Niaga dalam mendorong kemandirian masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan, energi, dan ekonomi hijau, sekaligus membangun dari desa dan memperluas pemerataan ekonomi. Melalui pemanfaatan EBT yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat, Pertamina Patra Niaga terus berupaya menghadirkan manfaat berkelanjutan yang mendukung ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:25 WIB

Pertamina Patra Niaga Optimalkan Energi Terbarukan untuk Pertanian Berkelanjutan di Kalijaran

Berita Terbaru