Ketika Nilai Pancasila Menjadi Kebiasaan

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Naura Nabila

NIM    : PO7131226093

Prodi  : D4 (1A) Gizi dan Dietetika

 

Ketika Nilai Pancasila Menjadi Kebiasaan

 

Bagi saya, Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara yang dihafalkan lewat kata, tetapi juga harus diamalkan melalui Tindakan. Nilai Pancasila yang kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari ini yang perlahan membentuk karakter kita.

 

Saya percaya bahwa Pancasila tidak harus diwujudkan melalui hal besar, melainkan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Sebagai umat islam, saya mengamalkan nilai ketuhanan yang maha esa dengan shalat dan selalu berdoa.

 

Sebelum memulai aktivitas saya membiasakan diri untuk berdoa terlebih dahulu, karena saya sangat percaya bahwa doa akan memberikan ketenangan, keyakinan, dan kesiapan saya dalam melakukan kegiatan.

 

Saya merasa shalat dan berdoa itu penting karena saya percaya bahwa apapun hasil yang saya dapatkan sudah diatur sebaik mungkin oleh Allah. Jika saya tidak mengamalkan nilai ini, saya akan merasa mudah gelisah, kehilangan arah dan mudah putus asa dalam menjalani aktivitas.

 

Saya adalah salah satu orang yang mempunyai moto hidup “ADAB DULU BARU ILMU” karena dari kenyataan yang saya lihat, sepintar apapun seseorang akan tetap tidak di hargai jika memiliki adab yang buruk.

 

Saya menyadari bahwa lingkungan pergaulan juga memiliki pengaruh terhadap pembentukan adab dan karakter. Kita dapat berteman dengan siapa saja, tetapi harus cerdas dalam menyaring pengaruh yang baik dan menghindari pengaruh yang buruk. Indonesia adalah negara persatuan yang memiliki banyak suku dan adat. Saya merupakan mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Palembang di jurusan gizi dan mendapatkan banyak teman baru yang berbeda daerah, suku dan adat.

 

Saya berteman dengan mereka tanpa membeda-bedakan latar belakang. Saya juga berusaha untuk menurunkan ego Ketika berdiskusi agar mereka merasa pendapat mereka dihargai dan bersikap adil kepada semua teman,baik yang dekat maupun yang jarang berinteraksi dengan saya.

 

Tidak lupa saya juga selalu mengucapkan “maaf, permisi, dan terimakasih”. Dibalik sikap saya tersebut, saya berharap mereka juga akan bersikap baik dan menghargai saya. Saya percaya pepatah “apa yang kita tabur maka itulah yang akan kita tuai”. Jika saya tidak memiliki sifat beradab, bersatu, bermusyawarah dan adil sesuai nilai Pancasila, maka saya akan mudah berkonflik dan sulit diterima dalam lingkungan sosial.

Berita Terkait

Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo, S.H, S.I.K, M.I.K Berikan Penghargaan kepada 64 Personel Berprestasi
Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor
Membiasakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Aktivitas Digital  
Implementasi Pancasila sebagai Etika Kehidupan Sehari-hari
Ternyata Pancasila Bukan Hanya Untuk Dihafalkan
Menjalani Kehidupan dengan Semangat Pancasila
Membiasakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari
Pancasila Menjadi Pedoman dalam Kehidupan Saya

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Kapolres Muba AKBP Ruri Prastowo, S.H, S.I.K, M.I.K Berikan Penghargaan kepada 64 Personel Berprestasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Ketika Nilai Pancasila Menjadi Kebiasaan

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Membiasakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Aktivitas Digital  

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Ternyata Pancasila Bukan Hanya Untuk Dihafalkan

Berita Terbaru

Sumsel

Ketika Nilai Pancasila Menjadi Kebiasaan

Senin, 10 Agu 2026 - 12:33 WIB