Nama : Naura Nabila
NIM : PO7131226093
Prodi : D4 (1A) Gizi dan Dietetika
Ketika Nilai Pancasila Menjadi Kebiasaan
Bagi saya, Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara yang dihafalkan lewat kata, tetapi juga harus diamalkan melalui Tindakan. Nilai Pancasila yang kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari ini yang perlahan membentuk karakter kita.
Saya percaya bahwa Pancasila tidak harus diwujudkan melalui hal besar, melainkan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Sebagai umat islam, saya mengamalkan nilai ketuhanan yang maha esa dengan shalat dan selalu berdoa.
Sebelum memulai aktivitas saya membiasakan diri untuk berdoa terlebih dahulu, karena saya sangat percaya bahwa doa akan memberikan ketenangan, keyakinan, dan kesiapan saya dalam melakukan kegiatan.
Saya merasa shalat dan berdoa itu penting karena saya percaya bahwa apapun hasil yang saya dapatkan sudah diatur sebaik mungkin oleh Allah. Jika saya tidak mengamalkan nilai ini, saya akan merasa mudah gelisah, kehilangan arah dan mudah putus asa dalam menjalani aktivitas.
Saya adalah salah satu orang yang mempunyai moto hidup “ADAB DULU BARU ILMU” karena dari kenyataan yang saya lihat, sepintar apapun seseorang akan tetap tidak di hargai jika memiliki adab yang buruk.
Saya menyadari bahwa lingkungan pergaulan juga memiliki pengaruh terhadap pembentukan adab dan karakter. Kita dapat berteman dengan siapa saja, tetapi harus cerdas dalam menyaring pengaruh yang baik dan menghindari pengaruh yang buruk. Indonesia adalah negara persatuan yang memiliki banyak suku dan adat. Saya merupakan mahasiswa baru Poltekkes Kemenkes Palembang di jurusan gizi dan mendapatkan banyak teman baru yang berbeda daerah, suku dan adat.
Saya berteman dengan mereka tanpa membeda-bedakan latar belakang. Saya juga berusaha untuk menurunkan ego Ketika berdiskusi agar mereka merasa pendapat mereka dihargai dan bersikap adil kepada semua teman,baik yang dekat maupun yang jarang berinteraksi dengan saya.
Tidak lupa saya juga selalu mengucapkan “maaf, permisi, dan terimakasih”. Dibalik sikap saya tersebut, saya berharap mereka juga akan bersikap baik dan menghargai saya. Saya percaya pepatah “apa yang kita tabur maka itulah yang akan kita tuai”. Jika saya tidak memiliki sifat beradab, bersatu, bermusyawarah dan adil sesuai nilai Pancasila, maka saya akan mudah berkonflik dan sulit diterima dalam lingkungan sosial.











