Nama : Nurul Dina Aulia
NIM : PO7131226039
Prodi : D4 Gizi dan Dietetika
Ternyata Pancasila Bukan Hanya Untuk Dihafalkan
Dulu saya mengira Pancasila hanya lima kalimat yang harus dihafal saat sekolah. Namun, setelah semakin dewasa, saya sadar bahwa tanpa disadari saya sering bertemu dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari rumah, kampus, sampai lingkungan sekitar, semuanya mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang lebih baik.
Sila pertama mengingatkan saya bahwa sehebat apa pun usaha yang dilakukan, tetap ada Tuhan yang menentukan hasilnya. Karena itu saya belajar untuk berdoa, bersyukur, dan tetap menghormati orang lain yang memiliki keyakinan berbeda.
Sila kedua mengajarkan saya untuk memiliki rasa peduli. Saat melihat teman kesulitan mengerjakan tugas atau sedang menghadapi masalah, saya berusaha membantu semampunya. Rasanya sederhana, tapi itu membuat saya sadar bahwa kebaikan kecil bisa berarti besar bagi orang lain.
Sila ketiga membuat saya menikmati perbedaan. Di kampus saya bertemu banyak teman dengan sifat, daerah, dan kebiasaan yang berbeda. Awalnya mungkin terasa canggung, tapi lama-kelamaan saya belajar bahwa perbedaan justru membuat kami saling melengkapi. Wong kito ini memang beda-beda, tapi tujuan kito tetap samo.
Sila keempat mengajarkan saya untuk tidak egois. Dalam diskusi kelompok, saya belajar bahwa mendengarkan kadang lebih penting daripada berbicara. Dari situ saya memahami bahwa keputusan terbaik lahir dari musyawarah, bukan dari memaksakan pendapat.
Terakhir, sila kelima mengajarkan saya untuk bersikap adil dan menghargai setiap orang. Saya percaya, perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar. Justru dari kebiasaan sederhana—bersikap jujur, saling menghargai, dan mau membantu—Pancasila benar-benar hidup dalam diri kita. Itulah alasan mengapa saya ingin terus membawa nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah kehidupan.









