Ternyata Pancasila Bukan Hanya Untuk Dihafalkan

- Redaksi

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nama : Nurul Dina Aulia

NIM    : PO7131226039

Prodi : D4 Gizi dan Dietetika

 

Ternyata Pancasila Bukan Hanya Untuk Dihafalkan

 

Dulu saya mengira Pancasila hanya lima kalimat yang harus dihafal saat sekolah. Namun, setelah semakin dewasa, saya sadar bahwa tanpa disadari saya sering bertemu dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari rumah, kampus, sampai lingkungan sekitar, semuanya mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang lebih baik.

 

Sila pertama mengingatkan saya bahwa sehebat apa pun usaha yang dilakukan, tetap ada Tuhan yang menentukan hasilnya. Karena itu saya belajar untuk berdoa, bersyukur, dan tetap menghormati orang lain yang memiliki keyakinan berbeda.

 

Sila kedua mengajarkan saya untuk memiliki rasa peduli. Saat melihat teman kesulitan mengerjakan tugas atau sedang menghadapi masalah, saya berusaha membantu semampunya. Rasanya sederhana, tapi itu membuat saya sadar bahwa kebaikan kecil bisa berarti besar bagi orang lain.

 

Sila ketiga membuat saya menikmati perbedaan. Di kampus saya bertemu banyak teman dengan sifat, daerah, dan kebiasaan yang berbeda. Awalnya mungkin terasa canggung, tapi lama-kelamaan saya belajar bahwa perbedaan justru membuat kami saling melengkapi. Wong kito ini memang beda-beda, tapi tujuan kito tetap samo.

 

Sila keempat mengajarkan saya untuk tidak egois. Dalam diskusi kelompok, saya belajar bahwa mendengarkan kadang lebih penting daripada berbicara. Dari situ saya memahami bahwa keputusan terbaik lahir dari musyawarah, bukan dari memaksakan pendapat.

 

Terakhir, sila kelima mengajarkan saya untuk bersikap adil dan menghargai setiap orang. Saya percaya, perubahan tidak selalu dimulai dari hal besar. Justru dari kebiasaan sederhana—bersikap jujur, saling menghargai, dan mau membantu—Pancasila benar-benar hidup dalam diri kita. Itulah alasan mengapa saya ingin terus membawa nilai-nilai Pancasila dalam setiap langkah kehidupan.

 

Berita Terkait

Wujudkan Lingkungan Sehat, IPTU Swisspo Pimpin Personil Polsek BMT Bersihkan Area Rumdin
Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa
Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor
Aku dan Pancasila
Merawat Bangsa, Merawat Nilai: Pancasila dalam Diri Seorang Perawat Muda
Deskripsi Diri Saya Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila
Hidupku Pancasilaku

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 21:28 WIB

Wujudkan Lingkungan Sehat, IPTU Swisspo Pimpin Personil Polsek BMT Bersihkan Area Rumdin

Jumat, 4 September 2026 - 21:23 WIB

Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla

Jumat, 4 September 2026 - 20:33 WIB

Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Saya sebagai Mahasiswa

Jumat, 4 September 2026 - 20:25 WIB

Kopi Liberika Sumsel Bidik Pasar Rusia, Barantin Dampingi UMKM Siapkan Ekspor

Jumat, 4 September 2026 - 20:20 WIB

Aku dan Pancasila

Berita Terbaru

Kapolsek Buay Madang Timur (BMT) Iptu Swisspo, berfoto bersama tokoh agama dan warga usai melaksanakan kegiatan Safari Jumat di Masjid AL-Amiin, Desa Tambak Boyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur.

OKU Timur

Safari Jumat di Desa Tambak Boyo, Polsek BMT Edukasi Karhutla

Jumat, 4 Sep 2026 - 21:23 WIB

Sumsel

Aku dan Pancasila

Jumat, 4 Sep 2026 - 20:20 WIB