Nama : Marsha Pherlitha Widhayanti
Nim : PO7131226017
Prodi : D4 Gizi dan Dietetika
Pancasila dalam Diriku dan Kehidupanku
Sejak kecil, saya sudah mengenal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Menurut saya, Pancasila tidak hanya berkaitan dengan kehidupan bernegara, tetapi juga dengan bagaimana saya menjalaninya dikehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, banyak hal sederhana dalam kehidupan saya yang sebenarnya mencerminkan nilai-nilai Pancasila.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan melalui kebiasaan beribadah dan berdo’a sebelum melakukan kegiatan apapun itu. Apalagi ketika saya mendapatkan sesuatu yang saya inginkan, saya juga berusaha untuk tidak lupa bersyukur. Bagi saya, menjalankan kewajiban kepada Tuhan juga menjadi pengingat untuk selalu berbuat baik kepada orang lain. Saya juga percaya bahwa pendidikan dan kesempatan yang saya miliki saat ini merupakan sesuatu yang patut saya hargai dan syukuri.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dalam cara saya memperlakukan orang lain. Saya berusaha menghargai teman tanpa melihat perbedaan latar belakangnya. Ketika ada teman yang sedang mengalami kesulitan, saya berusaha mendengarkan ceritanya dan membantu jika saya mampu. Saya menyadari bahwa setiap orang mempunyai masalah dan keadaan yang berbeda. Dari hal tersebut, saya belajar untuk lebih peduli terhadap keadaan orang lain dan sekitarnya.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya belajar menerapkannya ketika berada di lingkungan perkuliahan. Saya bertemu dengan teman yang mempunyai kebiasaan, karakter, dan cara berpikir yang berbeda. Daripada menjadikan perbedaan sebagai masalah, saya belajar untuk saling memahami dan tetap bekerja sama agar tujuaannya juga tercapai bersama-sama.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, mengajarkan saya untuk tidak memaksakan kehendak. Saat berdiskusi, saya berusaha memberikan kesempatan kepada teman untuk menyampaikan pendapatnya dan mencari keputusan yang disepakati bersama. Saya belajar bahwa pendapat saya tidak selalu menjadi yang paling benar.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan dengan berusaha bersikap adil dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika mengerjakan tugas kelompok, saya berusaha menjalankan bagian saya dan tidak membebankan tanggung jawab kepada orang lain.
Dari kelima sila tersebut, saya belajar bahwa Pancasila sebenarnya sudah dekat dengan kehidupan saya. Pancasila bukan hanya identitas bangsa, tetapi juga dapat menjadi pedoman untuk membentuk diri atau karakter saya menjadi pribadi yang lebih baik. Bagi saya, menerapkan Pancasila dimulai dari diri sendiri. Tidak harus melalui hal besar, tetapi melalui kebiasaan kecil yang dilakukan dengan kesadaran dan tanggung jawab.













