Nama : Habib Fauzan Ghani
NIM : PO7131226087
Prodi : D4 Gizi dan Dietetika
Membiasakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Aktivitas Digital
Sebagai mahasiswa baru yang setiap hari tidak bisa lepas dari ponsel dan laptop, saya menyadari bahwa mengamalkan Pancasila tidak harus dalam bentuk perjuangan besar. Bagi saya, tantangan nyata justru ada di dunia maya, tempat di mana saya menghabiskan banyak waktu untuk kuliah daring dan bersosialisasi.
Pertama, mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa, saya merasakannya saat mengelola waktu. Di tengah asyiknya bermain media sosial atau mengerjakan tugas kuliah digital, saya selalu berusaha langsung berhenti untuk salat ketika mendengar azan. Saya juga belajar menghormati teman seangkatan yang berbeda agama dengan tidak ikut-ikutan berkomentar negatif pada unggahan hari raya keagamaan mereka.
Kedua, mengenai Kemanusiaan yang adil dan beradab, saya terapkan lewat jempol saya sendiri. Saya pernah melihat ada netizen yang melakukan perundungan (cyberbullying) kepada salah satu teman kampus di kolom komentar. Saat itu, saya memilih tidak ikut menghujat, melainkan mengirimkan pesan privat (DM) ke teman tersebut untuk memberikan dukungan moral dan menanyakan kabarnya.
Ketiga, mengenai Persatuan Indonesia, pengalaman saya adalah saat menyaring informasi. Di grup WhatsApp angkatan, sering kali ada yang membagikan berita atau tautan yang belum jelas kebenarannya. Sadar bahwa berita bohong (hoax) bisa memicu pertengkaran antar-teman, saya selalu mengecek kebenarannya terlebih dahulu sebelum membagikannya, demi menjaga suasana grup tetap rukun dan damai.
Keempat, mengenai Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, paling sering saya alami saat kerja kelompok via Zoom atau Google Meet. Ketika ada perbedaan pendapat tentang pembagian tugas, saya belajar untuk menahan ego, mendengarkan argumen teman lain sampai selesai, dan tidak memotong pembicaraan demi mencapai mufakat bersama.
Kelima, mengenai Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, saya praktikkan dengan bersikap terbuka. Saat ada teman yang tertinggal informasi kuliah atau kesulitan mendapatkan file belajar digital, saya langsung membagikan berkas yang saya punya ke grup tanpa pilih-pilih teman.
Saya ingin semua teman saya mendapatkan hak belajar yang sama adilnya.Menurut saya, pengalaman-pengalaman kecil di dunia digital ini membuktikan bahwa Pancasila sangat dekat dengan kehidupan kita. Cukup dengan bijak bermedia sosial, menjaga sopan santun digital, dan peduli pada sesama, saya merasa sudah menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam keseharian saya sebagai mahasiswa.









