Nama : Zaskia Fiorentina
Prodi : D4 Gizi dan Dietetika
Implementasi Pancasila sebagai Etika Kehidupan Sehari-hari
Pancasila bukan sekadar pedoman filosofis bernegara, melainkan kompas moral yang mendasari setiap tindakan dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai luhur ini tidak selalu menuntut kontribusi besar, melainkan konsistensi melalui ketaatan pada aturan, sikap saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama.
Pengamalan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya mewujudkan melalui kedisiplinan dalam menjalankan ibadah serta sikap toleran terhadap keberagaman keyakinan di lingkungan sekitar khususnya lingkungan kampus. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin dalam tata krama saat saya berinteraksi sehari-hari. Saya usahakan selalu bilang “tolong” dan “terima kasih”, tidak memotong pembicaraan orang, dan refleks membantu jika melihat teman yang sedang kerepotan tanpa membeda-bedakan siapa mereka.
Prinsip Persatuan Indonesia pada sila ketiga diterjemahkan ke dalam komitmen untuk menjaga keharmonisan sosial. Hal ini saya lakukan dengan cara tidak ikut-ikutan menyebar gosip atau hoaks yang membuat keruh suasana, baik di tongkrongan maupun di grup WhatsApp. Hal tersebut juga saya lakukan jika terdepat perbedaan pendapat saat diskusi atau kerja kelompok untuk menghindari konflik yang memecah belah, serta bersikap bijak dalam menyaring informasi agar tidak menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian.
Sementara itu, sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, saya wujudkan melalui mendengarkan dulu sudut pandang orang lain sampai selesai, lalu cari jalan tengahnya bersama sama tanpa perlu berkeras hati ingin menang sendiri.
Pada sila terakhir pancasila yaitu, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan lewat hal-hal yang sangat masuk akal, seperti belajar disiplin. Saya sebisa mungkin tidak nyerobot antrean, tepat waktu jika janjian, dan menyelesaikan bagian tugas saya dengan bertanggung jawab supaya tidak merugikan orang lain.
Pada akhirnya, mengamalkan Pancasila bukanlah tentang menampilkan citra diri yang sempurna. Bagi saya ini adalah proses belajar yang terus berjalan agar keberadaan saya bisa membawa rasa aman, nyaman, dan dampak positif bagi lingkungan sekitar.







