Implementasi Pancasila sebagai Etika Kehidupan Sehari-hari

- Redaksi

Senin, 10 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Nama : Zaskia Fiorentina

Prodi  : D4 Gizi dan Dietetika

 

Implementasi Pancasila sebagai Etika Kehidupan Sehari-hari

 

 

Pancasila bukan sekadar pedoman filosofis bernegara, melainkan kompas moral yang mendasari setiap tindakan dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan nilai-nilai luhur ini tidak selalu menuntut kontribusi besar, melainkan konsistensi melalui ketaatan pada aturan, sikap saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama.

 

Pengamalan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya mewujudkan melalui kedisiplinan dalam menjalankan ibadah serta sikap toleran terhadap keberagaman keyakinan di lingkungan sekitar khususnya lingkungan kampus. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, tercermin dalam tata krama saat saya berinteraksi sehari-hari. Saya usahakan selalu bilang “tolong” dan “terima kasih”, tidak memotong pembicaraan orang, dan refleks membantu jika melihat teman yang sedang kerepotan tanpa membeda-bedakan siapa mereka.

 

Prinsip Persatuan Indonesia pada sila ketiga diterjemahkan ke dalam komitmen untuk menjaga keharmonisan sosial. Hal ini saya lakukan dengan cara tidak ikut-ikutan menyebar gosip atau hoaks yang membuat keruh suasana, baik di tongkrongan maupun di grup WhatsApp. Hal tersebut juga saya lakukan jika terdepat perbedaan pendapat saat diskusi atau kerja kelompok untuk menghindari konflik yang memecah belah, serta bersikap bijak dalam menyaring informasi agar tidak menyebarkan berita bohong atau ujaran kebencian.

 

Sementara itu, sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, saya wujudkan melalui mendengarkan dulu sudut pandang orang lain sampai selesai, lalu cari jalan tengahnya bersama sama tanpa perlu berkeras hati ingin menang sendiri.

 

Pada sila terakhir pancasila yaitu, sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan lewat hal-hal yang sangat masuk akal, seperti belajar disiplin. Saya sebisa mungkin tidak nyerobot antrean, tepat waktu jika janjian, dan menyelesaikan bagian tugas saya dengan bertanggung jawab supaya tidak merugikan orang lain.

 

Pada akhirnya, mengamalkan Pancasila bukanlah tentang menampilkan citra diri yang sempurna. Bagi saya ini adalah proses belajar yang terus berjalan agar keberadaan saya bisa membawa rasa aman, nyaman, dan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Berita Terkait

Membiasakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Aktivitas Digital  
Ternyata Pancasila Bukan Hanya Untuk Dihafalkan
Menjalani Kehidupan dengan Semangat Pancasila
Membiasakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari
Pancasila Menjadi Pedoman dalam Kehidupan Saya
Muba Jadi Panggung Hilirisasi Sawit Berbasis Koperasi, Menteri Koperasi hingga Kepala Kantor Staf Presiden Dijadwalkan Hadir
Antisipasi Kriminalitas, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Patroli Subuh dan KRYD
Polsek Buay Madang Timur Amankan Aksi Bakti Sosial Donor Darah

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:13 WIB

Membiasakan Nilai-Nilai Pancasila dalam Aktivitas Digital  

Senin, 10 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Implementasi Pancasila sebagai Etika Kehidupan Sehari-hari

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Ternyata Pancasila Bukan Hanya Untuk Dihafalkan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Menjalani Kehidupan dengan Semangat Pancasila

Minggu, 9 Agustus 2026 - 20:49 WIB

Pancasila Menjadi Pedoman dalam Kehidupan Saya

Berita Terbaru

Sumsel

Implementasi Pancasila sebagai Etika Kehidupan Sehari-hari

Senin, 10 Agu 2026 - 08:00 WIB

Sumsel

Ternyata Pancasila Bukan Hanya Untuk Dihafalkan

Minggu, 9 Agu 2026 - 21:23 WIB

Sumsel

Menjalani Kehidupan dengan Semangat Pancasila

Minggu, 9 Agu 2026 - 21:07 WIB