Kepala Sekolah Diduga Pukul Siswanya Satu Kelas di OI, Ini Tanggapan Disdik Sumsel

- Redaksi

Jumat, 16 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potongan Foto Dari Video Pemukulan yang diduga dilakukan Oleh Kepala Sekolah kepada Siswanya yang heboh di Media Sosial

Potongan Foto Dari Video Pemukulan yang diduga dilakukan Oleh Kepala Sekolah kepada Siswanya yang heboh di Media Sosial

Suarapublik.id, Palembang,

 

Heboh Video diduga Kepala Sekolah di SMA 1 Pemulutan Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel yang melakukan pemukulan kepada seluruh Siswa dalam satu kelas. Kekerasan fisik itu dilakukan lantaran ada salah satu dari 32 Siswa itu kedapatan merokok namun tak ada yang mengaku ataupun yang memberi tahu.

 

Kejadian tersebut terjadi pada Rabu (13/9/2022) namun baru viral pada Jumat (16/9/2022). Bahkan video penamparan tersebut kini viral di media sosial.

 

Dalam video berdurasi enam detik tersebut terlihat belasan siswa kelas XI IPS duduk jongkok di depan kelas. Terlihat seorang wanita berseragam tenaga pendidikan yang terlihat memberikan tamparan ke wajah siswanya satu per satu. Lantas diketahui Sosok melakukan itu ialah Kepala SMA Negeri 1 Pemulutan, Masnawati.

 

Menurut keterangan Masnawati, Sebelum para siswa mendapat hukuman, dirinya mendapat laporan ada siswa yang merokok di kelas. Namun saat diperiksa, tak ada satupun siswa di kelas tersebut yang mengaku sehingga semua dihukum.

 

“Saat ditanya, tidak ada yang mengaku dan kompak menutupi. Kami ini mendidik, sama sekali bukan menyakiti,” kata Masnawati.

 

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Riza Pahlevi jika baru mendengar adanya kejadian itu, namun ia menanggapi jika kekerasan tidak perlu dilakukan dan sangat disayangkan kalau terjadi, apalagi di dunia Pendidikan.

 

“Kalau kekerasan tentu tidak dibenarkan, tapi kalau tamparan sayang maka tergantung orang tuanya. Kalau tidak ditegur salah juga, hanya saja sangat disayangkan sampai menggunakan kekerasan,” katanya.

 

Menurut Riza, harusnya laporkan saja ke orang tuanya. Jika orang tuanya tidak berkenan jangan masukan anak ke sekolah formal, ke paket c saja. Harusnya sebagai orang tua intropeksi juga, kalau anak tidak boleh disentuh silakan sekolah lain.

 

“Jangan sampai emosi meledak, kembalikan saja anak-anak tersebut ke orang tuanya. Kalau orang tuanya mau melaporkan silakan saja. Nanti kita akan lihat sejauh mana perkembangannya,” ungkapnya.

Berita Terkait

Usai Divonis 4 Tahun, Kuasa Hukum Dua Terdakwa Soroti Peran Pihak Lain dalam Kasus Irigasi Air Lemutu
Astra Motor Sumsel Bekali Pelajar Lewat Kompetisi dan Bootcamp Cari Aman Academy 2026
Motornya Digelapkan Teman Sendiri Arief Lapor Polisi
Dua Terdakwa Korupsi Irigasi Divonis 4 Tahun, Uang Rp1,6 Miliar Wajib Dikembalikan
Maling 17 Aki Mobil Golf, Tiga Pelaku Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang
Lima Wakil Sumsel Siap Bawa Misi Budaya ke Ajang Nasional Putri Anak dan Remaja 2026
Pertamina Patra Niaga Sumbagsel Perkuat Pengawasan BBM Subsidi, 8.589 Nopol Diblokir
Kaca Mobil Dipecah  Uang Rp 4,8 Juta dan HP Raib

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 15:21 WIB

Usai Divonis 4 Tahun, Kuasa Hukum Dua Terdakwa Soroti Peran Pihak Lain dalam Kasus Irigasi Air Lemutu

Senin, 21 September 2026 - 12:53 WIB

Astra Motor Sumsel Bekali Pelajar Lewat Kompetisi dan Bootcamp Cari Aman Academy 2026

Senin, 21 September 2026 - 12:05 WIB

Dua Terdakwa Korupsi Irigasi Divonis 4 Tahun, Uang Rp1,6 Miliar Wajib Dikembalikan

Senin, 21 September 2026 - 12:03 WIB

Maling 17 Aki Mobil Golf, Tiga Pelaku Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang

Minggu, 20 September 2026 - 21:00 WIB

Lima Wakil Sumsel Siap Bawa Misi Budaya ke Ajang Nasional Putri Anak dan Remaja 2026

Berita Terbaru