Kendala Lahan Terbatas, Sambung Pucuk Solusi Tingkatkan Produksi Kopi

- Redaksi

Kamis, 19 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni, mengikuti talk show, dengan tema ‘Sejuta Pucuk Kopi Ubah Kehidupan Warga Pagar Alam'. (Photo: Istimewa/Delta Handoko)

Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni, mengikuti talk show, dengan tema ‘Sejuta Pucuk Kopi Ubah Kehidupan Warga Pagar Alam'. (Photo: Istimewa/Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni, mengikuti talk show secara virtual, yang digelar salah satu media di Sumsel, mengangkat tema ‘Sejuta Pucuk Kopi Ubah Kehidupan Warga Pagar Alam dengan Kepala Dinas Perkebunan Sumsel, Devi Praputra, di Rumah Dinas (Rumdin) Walikota, Rabu (18/8/2021).

“Pagar Alam dengan sejarahnya sebagai daerah penghasil kopi sejak dahulu dari zaman Belanda, sampai saat ini kopi menjadi komoditas utama Pagar Alam. Saya melihat bahwa kopi ini masih sebagian besar mengandalkan peninggalan dari Belanda tersebut,” terang Alpian.

Sehingga dari sini, kata Alpian, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, berupaya apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan produksi dari kopi tersebut.

“Kami sadar, dengan lahan yang terbatas untuk meningkatkan produksi kopi ialah dengan sambung pucuk. Jadi inilah yang kami bersama Kelompok Tani (Poktan) semaksimal mungkin untuk bisa meningkatkan hasil produksi kopi,” ungkapnya.

Dalam peningkatkan kopi, Alpian menyebutkan, bahwa ada dua hal. Yakni Pemkot Pagar Alam konsentrasi dengan peningkatan produksi. Sementara para pegiat kopi banyak sekali bermunculan di Pagar Alam sejak tiga tahun terakhir, lebih konsentrasi ke peningkatan kualitas kopi tersebut, mulai dari petik merah, ada kopi wine dan lainnya.

“Dua hal ini kita coba koordinasikan dan komunikasikan. Jadi kita berbagi peran, sehingga kemasan dari kopi Pagar Alam sekarang ini tidak perlu lagi diragukan serta bisa bersaing dengan kopi-kopi di daerah lain,” imbuhnya. (ANA)

Berita Terkait

Warga Belakang PU Siap Gelar Qurban Akbar, Dapat Amanat Presiden Sapi Gemoy Bobot 1 Ton
Tunaikan Ibadah Haji, Walikota Pagar Alam Tapi Tetap Hadir di Tengah Warganya dengan Cara Ini
Kuatkan Ekonomi Akar Rumput, Pemkot Pagar Alam Bekali Pengurus KKMP Lewat Pelatihan Intensif
DKPP Pagar Alam Turun Lapangan Pastikan Lumbung Pangan Desa Akurat untuk Ketahanan Pangan 2026
Gaspol Tengah Malam, 3 Pebalap Liar Digulung Satlantas Pagar Alam
Sekda Pagar Alam Lantik Kadinkes Baru, Minta Pelayanan Kesehatan Lebih Cepat dan Responsif
Pagar Alam Mulai Benahi Ekonomi dari Rumah Lewat Pelatihan PKK & UPPKS
Jadi Isu Startegis,Konflik HGU PTPN I Regional VII Bakal Dibawa Pemuda Pagar Alam ke APEKSI Medan

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:17 WIB

Warga Belakang PU Siap Gelar Qurban Akbar, Dapat Amanat Presiden Sapi Gemoy Bobot 1 Ton

Jumat, 22 Mei 2026 - 17:16 WIB

Tunaikan Ibadah Haji, Walikota Pagar Alam Tapi Tetap Hadir di Tengah Warganya dengan Cara Ini

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:47 WIB

Kuatkan Ekonomi Akar Rumput, Pemkot Pagar Alam Bekali Pengurus KKMP Lewat Pelatihan Intensif

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:36 WIB

DKPP Pagar Alam Turun Lapangan Pastikan Lumbung Pangan Desa Akurat untuk Ketahanan Pangan 2026

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:30 WIB

Gaspol Tengah Malam, 3 Pebalap Liar Digulung Satlantas Pagar Alam

Berita Terbaru